Australia Jadikan Krisis Iklim sebagai Isu Keamanan Nasional

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dalam kunjungannya ke Amerika Serikat memperingatkan tentang bahaya penggunaan "kekuatan atau paksaan" dalam isu Laut China Selatan di tengah persaingan negara dengan kekuatan besar. Marles merujuk pada meningkatnya pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pidatonya di Center for Strategic and International Studies, Marles menyampaikan komitmen Australia yang makin dekat menjalin kerja sama dengan AS melalui belanja pertahanan dan menghadapi krisis iklim sebagai isu keamanan nasional.

Marles menuturkan "tidak seorang pun dan tidak ada satu negara pun yang kebal" dari ancaman perubahan iklim. Dia berjanji isu krisis iklim akan menjadi pilar utama kerja sama dengan AS.

"Kami khawatir dengan penggunaan kekuatan atau paksaan untuk memperluas klaim teritorial seperti yang terjadi di Laut China Selatan dan dampaknya bagi sejumlah tempat di Indo-Pasifik di mana perbatasan atau kedaulatan masih jadi sengketa," kata dia, seperti dilansir laman the Guardian, Selasa (12/7).

Setelah mengalami kebekuan diplomatik antara Australia dan China, pekan lalu Marles baru bertemu dengan rekan sejawatnya dari China di Singapura dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga bertemu dengan Menlu China Wang Yi.

Pertemuan itu membuat China ingin diperlakukan Australia sebagai partner, bukan ancaman atau musuh. Namun Perdana Menteri Anthony Albanese bereaksi dengan mengatakan Australia akan bertindak sesuai kepentingan nasional bukan atas permintaan China. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel