Australia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Industri Mobil Listrik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Australia membuka minat terhadap pengembangan industri kendaraan listrik yang telah dimulai Indonesia. Ranah industri mobil listrik Indonesia dinilai potensial untuk terus dikembangkan.

Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Dan Tehan mengatakan, Negeri Kangguru bisa jadi salah satu pemain penting dalam industri kendaraan listrik di Tanah Air.

"Kita sangat yakin bisa menjadi pemasok beberapa bahan utama yang akan membantu Indonesia mengembangkan industri mobil listrik," ujar Dan Tehan dalam sesi teleconference bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Rabu (29/9/2021).

Selain itu, ia menyampaikan, Pemerintah Australia pun ingin menggiatkan kerjasama di sektor investasi bersama Pemerintah Indonesia.

"Dari pertemuan ini kita mendiskusikan bermacam isu, bagaimana kita menumbuhkan dan memperbesar kerjasama dalam IE-CEPA, salah satunya di sektor investasi," ungkapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nilai Perdagangan Indonesia - Australia

Mendag Muhammad Lutfi hadir pada rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Rapat kerja ini membahas realisasi anggaran tahun 2020, rencana kegiatan dan anggaran sesuai daftar isian pelaksanaan anggaranTahun 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Mendag Muhammad Lutfi hadir pada rapat kerja di ruang rapat Komisi VI DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Rapat kerja ini membahas realisasi anggaran tahun 2020, rencana kegiatan dan anggaran sesuai daftar isian pelaksanaan anggaranTahun 2021. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun optimistis, perdagangan antara Indonesia dan Australia dalam program Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IE-CEPA) akan kembali terdongkrak.

Pada 2020 lalu, nilai perdagangan kedua negara turun sebesar 8,8 persen menjadi USD 7,1 miliar akibat pandemi Covid-19.

"Namun itu sudah meningkat sebesar 65 persen pada Januari-Jini 2021 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Nilai itu naik cukup signifikan," kata Mendag Lutfi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel