Autopsi Selesai, Jenazah Mr X yang Terbakar di Kupang Akhirnya Dimakamkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Jenazah pria yang ditemukan dalam keadaan terbakar dalam kali mati di perbatasan Kelurahan Liliba dan Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diautopsi.

Jenazah pria tanpa identitas ini kemudian diserahkan Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang kepada Satreskrim Polresta Kupang Kota dan Dinas Sosial Kota Kupang, untuk segera dimakamkan, Jumat (5/8).

"Kita telah serahkan jenazah Mr X ke Dinas Sosial, yang disaksikan penyidik Polresta Kupang Kota," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, AKBP dr Hery P.

Menurut Hery, penyerahan jenazah Mr X diawali dengan doa bersama, yang dipimpin oleh pendeta kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti yang disiapkan Dinas Sosial. Jenazah kemudian dibawa ke TPU Fatukoa Kota Kupang untuk dimakamkan.

Hasil autopsi yang dilakukan oleh tim dokter kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda NTT menyebutkan, jenazah Mr X mengalami luka bakar seluas 100 persen, dengan derajat luka bakar I - II (hanya sampai pada kulitnya saja).

Tim dokter memastikan bahwa jenazah adalah seorang laki-laki dewasa tanpa identitas dengan panjang badan 167 sentimeter. Ada sejumlah luka memar pada kepala korban, kaki serta tangan dalam kondisi hangus.

Selain itu, penyebab pasti kematian korban adalah luka bakar di sekujur tubuh dengan luas 100 persen dan dengan derajat I - II disertai dengan keracunan CO (carbon monoksida).

Kasubbid Dokpol Biddokkes, AKBP dr Edi Syahputra Hasibuan enggan membeberkan hasil autopsi, karena merupakan kewenangan penyidik. Ia mengakui kalau hasil autopsi langsung diserahkan kepada penyidik Polresta Kupang Kota.

Sebelumnya, jenazah dengan kondisi terbakar ditemukan oleh sejumlah anak sekolah dalam sebuah kali mati, membuat geger warga perbatasan Kelurahan Naimata dan Liliba, tepatnya RT 45 RW 17, Selasa (2/8).

Jenazah berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan dalam keadaan terbakar. Di sampingnya masih tersimpan handphone. lokasi penemuan berada sekitar 75 meter dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba.

Saat ditemukan korban dalam posisi terlentang, dengan tangan kanannya menempel di dahi dan kedua kakinya bersilang.

Di mulut korban nampak luka memar. Ada juga beberapa lembar daun jati kering bekas terbakar. Jenazah korban pertama kali ditemukan seorang siswa Sekolah Dasar bernama Riyan saat pulang sekolah dan melewati tempat tersebut.

Riyan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT 45, Kanisius Gambu. Kasinisius kemudian melapor temuan jenazah tersebut kepada aparat kepolisian, untuk ditangani lebih lanjut. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel