Awak Kabin Cathay Pacific Positif Corona Usai Kembali dari Madrid

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pramugari Cathay Pacific dan lebih dari enam anggota tur wisata yang baru-baru ini mengunjungi Mesir dinyatakan positif virus corona. Mereka termasuk di antara sembilan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Hong Kong pada Rabu, 11 Maret 2020.

Dilansir dari South China Morning Post, Kamis (12/3/2020), pernyataan tersebut menjadikan kasus positif virus corona di Hong Kong bertambah menjadi 129 orang.

Pengumuman pemerintah pada Rabu malam, 11 Maret 2020, menegaskan delapan wisatawan dari grup tur bersama pemandu telah terinfeksi virus corona ketika otoritas kesehatan bergegas melacak yang kontak dekat dengan mereka.

Jumlah kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 118.200, di mana Italia jadi negara kedua setelah China dengan kasus terbanyak. Maka dari itu, pemerintah negara terkait memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat untuk mengurangi risiko penularan.

Pramugari Cathay Pacific berusia 22 tahun yang terinfeksi corona, dia kembali ke Hong Kong dengan penerbangan CX320 dari Madrid pada 8 Maret 2020 dan jadi kasus pertama yang dikonfirmasi dalam industri penerbangan di Hong Kong.

"Dia melayani lebih dari 10 atau 20 baris (penumpang), di bagian-bagian tertentu dari kabin. Kami akan melacak penumpang yang telah dilayani selama penerbangan dan mereka yang bekerja dekat dengannya," kata Dr Chuang Shuk-kwan dari Pusat Perlindungan Kesehatan.

"Pelajaran terpenting yang dipetik adalah jika staf memiliki gejala, bahkan hanya gejala ringan, cobalah untuk tidak pergi bekerja," tambahnya.

Chuang melanjutkan, pramugari mengunjungi Amsterdam dari 21 hingga 24 Februari sebelum kembali ke Hong Kong dan kemudian terbang ke Madrid. Dalam sebuah pernyataan, Cathay Pacific mengatakan pihaknya memahami wabah itu telah menyebabkan kecemasan bagi karyawan dan pelanggan.

Pihaknya telah memberitahu semua kru dalam penerbangan itu untuk tetap di rumah untuk saat ini, memeriksa suhu mereka secara teratur dan waspada terhadap gejalanya. Pesawat telah dikirim untuk pembersihan mendalam.

Pramugari yang terinfeksi corona tinggal di Mau Lam House, Kwong Lam Court di Sha Tin. Seorang pelancong China daratan dalam penerbangan yang sama yakni CX320, dipastikan terinfeksi corona sebelumnya.

Positif Corona

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Sebelum pengumuman pada Rabu, tiga pelancong dari grup tur Mesir, termasuk karyawan Food and Environmental Hygiene Department (FEHD), secara resmi didiagnosis dengan Covid-19.

Pengumuman pemerintah pada Rabu malam menunjukkan delapan penumpang terinfeksi bersama dengan pemandu wisata. Kasus baru pertama dalam grup itu adalah seorang karyawan FEHD berusia 57 tahun yang tinggal di Bellagio di Tsing Yi, tetapi bekerja di Gedung Layanan Kotamadya Cheung Chau.

Dia kembali bekerja pada Selasa setelah perjalanan ke luar negeri dan makan malam bersama rekan-rekannya. Istrinya yang berusia 52 tahun adalah kasus kedua. FEHD telah mengatur agar rekan kerja dalam kontak dekat dengannya dikarantina di fasilitas pemerintah. Kantor mereka akan didisinfeksi.

Infeksi baru ketiga dari kelompok itu adalah seorang wanita berusia 59 tahun, istri dari karyawan FEHD yang didiagnosis sebelumnya. Mereka tinggal di Fu Heng Estate di Tai Po.

Yang keempat adalah pemandu wisata Mesir dari Sunflower Travel Service, yang tinggal di Telford Garden, Kowloon Bay. Meskipun dia belum mengunjungi kantor agen setelah kembali, dia makan dengan teman-teman, yang sekarang akan dilacak oleh otoritas kesehatan

Yang kelima dan keenam dikonfirmasi pada Rabu adalah pasangan pensiunan, keduanya berusia 63, yang tinggal di Laguna City di Lam Tin.

Dari dua kasus baru lainnya yang bukan berasal dari grup Mesir, satu adalah anak perempuan dari seorang pria yang terinfeksi sebelumnya. Sebelum dia dinyatakan positif pada hari Rabu, dia tinggal di pusat karantina pemerintah selama 14 hari hingga 1 Maret karena dia kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Kasusnya menonjol karena masa inkubasinya 21 hari, lebih lama dari 14 hari biasanya. "Sebuah studi yang diterbitkan telah menemukan di antara 100 infeksi, satu memiliki masa inkubasi lebih dari 14 hari," kata Chuang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: