Awal 2021, Aliran Modal Asing Masuk RI Sudah Rp30,22 Triliun

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVABank Indonesia mencatat aliran modal asing ke Indonesia pada awal tahun ini meningkat cukup signifikan. Bahkan hingga pekan pertama Februari 2021, modal asing tercatat sudah masuk sebesar Rp30,22 triliun.

"Berdasarkan data setelmen selama 2021 year to date, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp30,22 triliun," kata Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono, Jumat, 5 Februari 2021.

Baca juga: Jokowi Jamu PM Malaysia dengan Rendang hingga Dendeng Batokok

Erwin menegaskan, Berdasarkan data transaksi 1- 5 Februari 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto, sehingga terjadi aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sebesar Rp12,12 triliun.

Besaran aliran modal asing yang masuk itu terdiri dari adanya pembelian oleh nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp7,91 triliun dan beli di pasar saham sebesar Rp4,21 triliun.

"Nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp12,12 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp7,91 triliun dan beli neto di pasar saham sebesar Rp4,21 triliun," ucap Erwin.

Aliran modal asing masuk tersebut seiring dengan premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia 5 tahun yang turun ke 68,4 basis points (bps) per 4 Februari 2021 dari 74,5 bps per 29 Januari 2021.

Sebagai informasi tambahan CDS merupakan indikator yang sering digunakan dalam mengukur risiko suatu negara. Dengan adanya penurunan premi tersebut maka bisa dikatakan risiko ekonomi RI menurun.

Sebelumnya, berdasarkan data transaksi 25-28 Januari 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp750 miliar, dengan beli neto di pasar SBN Rp200 miliar dan beli neto di pasar saham sebesar Rp550 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan data setelmen hingga akhir Januari 2021 tersebut, aliran modal asing yang masuk akibat nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp22,14 triliun.