Awal Cerita Bocah Hanyut Dalam Selokan di Surabaya hingga Ditemukan Tewas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Cerita bocah laki-laki berusia dua tahun berinisial GSA yang sebelumnya dikabarnya hanyut dalam selokan di Jalan Manukan Kasman Tandes Surabaya, berakhir tragis.

Anak dari pasangan Suami Istri (Pasutri) Anang Yulianto (28) dan Yanti (39) warga Wonogiri Jawa Tengah yang berdomisili di Jalan Manukan Khasman 80B, RT 02 RW 10, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya, ini ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong depan SMP Muhammadiyah Jalan Manukan Kulon.

"Jadi untuk kronologi awal keterangan dari ibunya, korban ini memang suka keluar rumah kalau pintu gerbang rumah kos terbuka," ujar Kasubid Kedaruratan BPB Linmas Surabaya, Arif Sunandar, Jumat (26/11/2021) malam.

Arif menceritakan, saat itu ada tetangga kamar kos keluar hendak belanja di toko sekitar, namun korban ternyata mengikutinya.

"Tetangga itu melihat korban, lalu menggendong dan mengajaknya belanja di toko sebelah rumah kos," ucapnya.

Pada saat transaksi, korban diturunkan dari gendongan namun beberapa menit kemudian setelah ditengok, korban sudah tidak terlihat keberadaannya.

"Setelah pulang ke kos, tetangganya menanyakan kepada ibu korban terkait keberadaan korban, namun ibunya juga tidak mengetahui korban berada dimana," ujarnya.

Arif melanjutkan, sang ibu dan tetangganya itu akhirnya bergegas mencari korban di sekitar rumah dan menanyakan kepada tukang bakso yang melintas di daerah tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tersangkut Kabel

Proses pencarian bocah yang hanyut di selokan Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Proses pencarian bocah yang hanyut di selokan Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

"Menurut keterangan dari tukang bakso, dia sempat melihat tangan balita dengan memakai baju warna kuning. Dan kebetulan saat itu selokan arusnya deras dan permukaan airnya rata dengan jalan," ucapnya.

Arif mengatakan, petugas gabungan yang selama tiga hari melakukan pencarian korban dari jalur darat maupun air akhirnya menemukan korban sekitar pukul 10.30 WIB, di dalam gorong-gorong tepat di depan SMP Muhammadiyah Jalan Manukan Kulon Surabaya.

"Korban ditemukan meninggal dunia, kurang lebih 1,3 km dari titik tenggelam dibawah gorong-gorong dengan kondisi miring tersangkut sampah dan kabel," ujarnya.

"Jasad korban langsung di evakuasi dan dibawa menuju kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan menggunakan ambulance PMI," ucap Arif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel