Awal Mula Kebiasaan Manusia Bersalaman untuk Saling Menyapa

Syahdan Nurdin, delala
·Bacaan 2 menit

VIVABersalaman atau berjabat tangan sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam sebuah pertemuan atau sebagai bentuk sapaan antar sesama manusia. Selain itu, umat Muslim di momen Hari Raya Idul Fitri juga identik dengan tradisi bersalam-salaman untuk saling memamafkan.

Nah, tahukah kamu sejak kapan manusia bersalaman satu sama lain? Dihimpun dari berbagai sumber, dalam sebuah peninggalan abad ke-9 Sebelum Masehi, tampak ada figur 2 orang saling menggenggam tangan. Ada juga sebuah catatan sebelum Masehi yang menyebut bahwa 2 orang mengenggam tangan dan berjanji satu sama lain.

Namun, ahli sejarah berpendapat, tradisi jabat tangan modern untuk saling menyapa satu sama lain baru mulai dilakukan manusia pada abad ke-19 atau tahun 1800-an. Pasalnya saat itu, bersalaman baru dianggap sebagai gestur yang sebaiknya hanya dilakukan antar teman.

Nah, jabat tangan atau bersalaman sendiri pada masa-masa sebelum Masehi digunakan untuk membuat perjanjian, seperti perjanjian perdamaian konflik.

Sedangkan, bersalaman atau berjabat tangan yang digunakan untuk saling menyapa, justru lebih sulit ditelusuri asal-usulnya. Salah satu petunjuk awal jabat tangan modern untuk saling menyapa ini ditemukan ahli sejarah dalam sebuah tulisan Jerman yang diterjemahkan dari Bahasa Prancis, yang berjudul Gargantua and Pantagruel karya Rabelais.

Ketika seorang karakter bertemu dengan Gargantua, dalam terjemahan bahasa Jerman itu tertulis aktivitas yang merujuk pada berjabat tangan. Sayangnya, terjemahan dalam bahasa Inggris-nya diartikan berbeda. Menurut ahli sejarah, tulisan dalam terjemahan bahasa Jerman ini merupakan salah satu tanda tradisi bersalaman untuk saling menyapa.

Menurut ahli sejarah lainnya, selama berabad-abad, bersalaman sempat tergantikan dengan cara menyapa yang melihat pangkat seseorang, yaitu membungkuk. Pada abad ke-17, kelompok keagamaan yang disebut the Quakers juga menggunakan tradisi bersalaman karena mereka menjunjung persamaan status seseorang.

Seiring dengan memudarnya pangkat-pangkat sosial di Eropa, maka jabat tangan atau bersalaman mulai kembali dilakukan banyak orang di tahun 1800-an dan sampai sekarang.