Awal Mula Sebutan Der Klassiker, Laga Panas Dortmund Vs Bayern

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Partai panas bakal tersaji dalam lanjutan Bundesliga malam nanti atau Minggu dini hari WIB, 8 November 2020. Borussia Dortmund menjamu Bayern Munich di Signal Iduna Park.

Dortmund dan Bayern senantiasa bersaing menjadi yang terbaik di Bundesliga dalam satu dekade terakhir. Duel antara keduanya berlangsung sengit dan mendapat julukan Der Klassiker.

Sebenarnya, sebutan Der Klassiker tersebut masih bisa diperdebatkan. Sebab, masih ada laga panas lain di Jerman seperti Derby Lembah Ruhr (Dortmund vs Schalke 04) dan Derby Bavaria (Bayern vs FC Nuernberg).

Dilansir Independent, sebutan Der Klassiker untuk Dortmund vs Bayern kali pertama muncul di final Liga Champions 2012/13. Jelang laga tersebut, sebuah baliho raksasa terpampang di Wembley Way. Kata-kata El Clasico dicoret dan digantikan Der Klassiker. Ini disebut-sebut sebagai momen kebangkitan Jerman di Eropa.

Baca juga: 5 Momen Tim Besar Dicukur Habis, Ada Timnas Brasil dan Barcelona

Sejak saat itulah, sebutan Der Klassiker senantiasa melekat dalam duel Dortmund vs Bayern. Padahal pada faktanya, fans Bayern dan Dortmund menganggap laga ini biasa saja. Coba tanya saja fans Dortmund. Kemenangan atas Schalke di Derby Lembah Ruhr lebih terasa manis dibandingkan duel melawan Bayern.

Namun, di atas lapangan persaingan Bayern dan Dortmund memang selalu sengit. Saat ini, kedua tim ini menempati posisi teratas Bundesliga. Bayern dan Dortmund sama-sama mengumpulkan 15 poin dari 6 laga. Die Roten menempati puncak dengan keunggulan selisih gol.

Dua bomber tajam akan beradu dalam duel nanti. Bayern mengandalkan Robert Lewandowski yang sudah mencetak 10 gol di Bundesliga musim ini. Sedangkan Dortmund memiliki Erling Haaaland dengan 5 gol di Bundesliga.