Awal Polemik Barito Putera dan FC Utrecht soal Bagus Kahfi

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVABagus Kahfi kembali menjadi bahasan hangat di media sosial. Sebab, pada Jumat malam WIB 27 November 2020, agen yang mewakilinya dari Garuda Select mengumumkan kegagalan gabung dengan FC Utrecht.

Penyebab kegagalan ini dikatakan oleh Garuda Select karena Barito Putera tidak kunjung menerbitkan surat keluar. Sedangkan FC Utrecht sudah memberi tenggat waktu sampai semalam.

Selang beberapa jam kemudian, Bagus Kahfi mencurahkan isi hatinya di media sosial. Dia mengaku kecewa dengan hal ini karena mimpi bermain di Eropa harus dikubur dalam-dalam.

"Karena hal yang saya tidak mengerti, mimpi saya harus terhenti. Janji, janji, janji. Sayang kali ini tidak berarti," tulis Bagus Kahfi di Instagram pribadinya.

Kabar ini sangat mengejutkan, sebab beberapa hari lalu Bagus Kahfi bertemu dengan manajemen Barito Putera. Pemain yang akrab disapa Kribo itu mengaku sudah mendapat lampu hijau untuk gabung dengan FC Utrecht.

Pertemuan itu sekaligus mencairkan suasana antara Barito Putera dengan FC Utrecht. Karena kedua klub masih bersikeras untuk mendahulukan kepentingan masing-masing.

Barito Putera sempat mengutarakan mau melepas Bagus Kahfi asalkan ada klausul kontrak tambahan. Mereka ingin sang pemain kembali ke tim berjuluk Laskar Antasari jika sudah tak main di Eropa.

Lalu ada klausul kompensasi pembinaan yang diajukan oleh Barito Putera. Mereka punya alasan mengajukan itu, sebab masih punya kontrak selama satu tahun lagi bersama Bagus Kahfi.

"Yang pertama, kalau dia sudah tidak bermain di Eropa lagi, dia kembali ke Barito. Permintaan yang kedua adalah training compensation. Itu yang jadi bahan pembicaraan, karena masih ada kontrak satu tahun," tutur manajer Barito Putera, Mundari Karya.

Dikatakan Mundari, perihal pengajuan ini sudah dibicarakan kepada perwakilan Garuda Select. Tinggal bagaimana komunikasi mereka dengan FC Utrecht saja ke depannya.

Tapi sekarang semuanya menemui jalan buntut. Barito Putera kadung disalahkan oleh warganet karena dianggap sengaja tidak melepas Bagus Kahfi. Sosial media mereka ramai dengan komentar bernada kecaman.