Awalnya Skeptis pakai Aplikasi Kencan, tapi Akhirnya Dapat Kekasih Juga

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta "Saat dulu aku memikirkan kisah cinta yang sempurna, aku tak pernah membayangkan itu akan terjadi pada situs kencan online," Andrea Rodriguez mengawali kisahnya seperti yang dimuat di laman Her Campus pada bulan Januari 2014. Dia menceritakan pengalamannya yang awalnya skeptis dengan aplikasi kencan online, Tinder. Tapi siapa sangka, dia malah berhasil menemukan kekasihnya melalui aplikasi tersebut.

Berawal dari musim semi tahun 2013. Saat itu teman-temannya banyak yang menggunakan Tinder dan membahas pria-pria menarik yang mereka kenal melalui aplikasi tersebut. Andrea pun mencobanya. Awalnya dia sudah ingin menyerah saja dan merasa telah membuang-buang waktunya menggunakan aplikasi itu. Sampai kemudian, dia membuka aplikasi tersebut untuk terakhir kalinya dan mendapat pesan dari seorang pria bernama Nathan.

Awalnya Merasa Tidak akan Cocok

Awalnya Andrea merasa kurang cocok dengan Nathan. Terlebih Natha menampilkan sebuah foto menggendong bayi. Wah, apakah Nathan sudah memiliki anak?

Setelah Andrea dan Nathan mengobrol lebih dalam, barulah terungkap bahwa bayi yang digendong Nathan di foto itu adalah keponakannya. Andrea pun lega mengetahui fakta tersebut.

Andrea pun mulai mengetahui lebih dalam tentang sosok Nathan. Nathan lahir dan dibesarkan di Michigan dan berkuliah di University of Michigan, tapi dia berada di Texas untuk magang setahun. Selain itu, Nathan adalah anak bungsu dari 12 bersaudara. "Sesuatu tentangnya tampak sangat menarik bagiku, dan aku lanjut mengirim pesan padanya sepekan penuh," cerita Andrea.

Menemukan Kenyamanan

Ilustrasi kencan./Copyright shutterstock.com/g/alessandra+merlo
Ilustrasi kencan./Copyright shutterstock.com/g/alessandra+merlo

"Dalam salah satu percakapan, dia mengajakku berkencan pada pekan berikutnya. Anehnya, aku tak pernah memikirkan akan berkencan dengannya. Ada sesuatu padanya yang membuatku nyaman," kata Andrea.

Andrea dan Nathan akhirnya bertemu tatap muka untuk pertama kalinya. "Dia melebihi perkiraanku. Dia sangat tenang saat berdiri sambil tersenyum padaku dengan senyuman luar biasa yang aku sukai. Dia juga masuk ke rumah dan menjadi pria sejati saat dia bertemu orangtuaku. Kami akhirnya pergi keluar untuk makan malam di sebuah mal terbuka dan melihat penampilan grup musik yang tampil langsung. Kami mengobrol selama enam jam, tak ada momen canggung yang membuatku menyesali keputusanku. Lalu, pada akhir kencan, aku mendapat ciuman pertama yang terhebat dalam hidupku," Andrea menceritakan pengalaman berkesannya bertemu dengan Nathan untuk pertama kalinya.

Tak butuh lama bagi Andrea dan Nathan untuk jadian. Bagi Andrea, yang membuat Nathan berbeda dari pria lainnya adalah Nathan menunjukkan upayanya. Nathan terus mengajak Andrea mengobrolkan banyak hal. Nathan mencari tahu apa yang disukai Andrea dan opini Andrea. Dengan kata lain, Nathan menunjukkan usaha untuk membuat hubungan yang nyata, bukan sekadar main-main belaka.

Nathan dan Andrea sempat menjalani hubungan jarak jauh. Andrea harus memulai semester pertamanya di kampus dan Nathan harus kembali ke Michigan untuk menyelesaikan semester akhir kuliahnya. Memang suli terpisah jarak dan tak bisa bertemu setiap saat. Namun, dengan adanya teknologi, Nathan dan Andrea masih bisa berkomunikasi dengan baik.

"Aku tahu Nathan dan aku adalah satu dari jutaan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Hal yang membuat kami spesial adalah bukan hanya kami bisa bertahan menjalani hubungan jarak jauh, tapi kami juga pasangan yang berhasil berkat aplikasi kecil yang 'konyol' itu," tutup Andrea mengakhiri ceritanya.

#ElevateWomen