Awas, Deret Makanan Lebaran Ini Picu Kenaikan Kolesterol

·Bacaan 2 menit

VIVA – Jelang Hari Raya Idul Fitri, beragam persiapan telah dilakukan oleh seluruh umat muslim, termasuk menu lebaran. Di Indonesia, makanan khas lebaran biasanya memiliki kenikmatan tersendiri dengan kekayaan rasa dari rempahnya. Tapi, ada bahaya kolesterol dibaliknya.

Dituturkan dokter spesialis gizi klinik konsultan, dr Ida Gunawan,MS, SpGK (K), yang harus diperhatikan saat hendak mengonsumsi makanan ketika lebaran tiba adalah 'tahu diri sendiri'. Artinya, mengenali faktor risiko untuk membatasi makanan bergantung pada kondisi masing-masing.

Berbagai makanan yang disediakan di meja saat lebaran, kata Ida, memiliki keragaman rasa nusantara. Tentu, bahan-bahan dan rempah yang digunakan juga berbeda. Namun, di momen lebaran biasanya memiliki persamaan yakni makanan yang diolah dengan banyak minyak (deep fried) serta memakai santan.

"Ada sambal goreng, bukan sambelnya tapi digorengnya yang ditekankan. Kentang digoreng, bumbu masih oke karena pakai rempah. Tapi kandungan minyak tinggi, minyaknya banyak dan kentangnya (digoreng) tenggelam atau deep fried," ujarnya dalam acara Hidup Sehat, TvOne, Selasa 11 Mei 2021.

Banyaknya minyak dalam makanan memang memberi rasa gurih dan kriuk yang lezat di lidah, tapi tidak untuk badan. Apalagi, ditambah dengan hati yang digoreng sehingga menambah risiko kolesterol. Selain itu, 'teman' makan lainnya yaitu rendang.

"1 potong daging lemaknya kira-kira 5 gram lemak, di luar minyaknya," tutur Ida.

Selain dua menu tadi, ada juga sajian gulai seperti ayam dan ikan. Meski sumber proteinnya tak mengandung banyak lemak, namun unsur santan dari sajian gulai itu memicu kolesterol. Meski lezat di lidah, sayangnya santan mengandung lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh.

"Sebetulnya tidak ada kolesterol tapi santan itu termasuk lemak jenuh karena di dalam tubuh mengikuti metabolisme lemak yang akan hasilkan kolesterol pada akhirnya," kata dia.

Untuk mencegah kolesterol, maka imbangi sajian tersebut dengan menu sayur mayur. Selain itu, buah juga harus tetap ada sebagai sumber serat dan vitamin lainnya.

"Buah sebagai antioksidan, di samping seratnya juga baik. Jadi harus tetap ada seperti semangka, melon, pisang, pepaya, dan jeruk," ujar Ida.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel