Awas, Malware Baru Bisa Curi Dompet Kripto

Merdeka.com - Merdeka.com - Erbium merupakan jenis malware baru. Sampai-sampai peneliti keamanan siber menyebutnya sebagai virus berbahaya. Digital Trends, Kamis (29/9), melaporkan bahwa Erbium mampu mencuri informasi yang menargetkan password, kartu kredit, cookies, dompet kripto, dan lain-lain. Malware ini pun telah beredar luas.

Kini, malware pencuri informasi ini dibagikan dengan menyamarkannya sebagai game bajakan dan cheat untuk berbagai judul game populer. Namun karena sifatnya, malware Erbium bisa menyebar seperti api. Pasalnya Erbium merupakan Malware as a Service (MaaS) yang berarti hampir semua orang bisa mendapatkannya.

Sekadar informasi, mulanya Erbium dihargai hanya USD 9 per minggu. Namun kini biayanya USD 100 per bulan atau USD 1.000 untuk lisensi selama setahun. Dengan harga ini, pelaku ancaman mendapatkan akses ke dukungan pelanggan, update, dan tools itu sendiri, dengan kemampuan lengkapnya.

Malware berbahaya ini awalnya ditemukan pada Agustus 2022 oleh Cyfirma. Malware ini ditemukan tersembunyi dalam celah game dan bisa melakukan hal-hal berbahaya di atas.

Malware ini pun mendapatkan banyak pujian di berbagai forum peretas. Karena fungsi dan kemampuannya, bukan tidak mungkin kalau nantinya akan ada pihak yang mengerjakannya jadi sesuatu yang lebih besar dan luas.

Dalam kasus seperti ini, biasanya gamer sering jadi sasaran malware. Sebelumnya, Genshin Impact dipakai sebagai pintu gerbang untuk mencuri sandi, bahkan gim ini tak perlu diinstal di PC agar malware bisa berfungsi. Itulah sebabnya, pengguna perlu memakai software antimalware dan melakukan pemindaian terhadap aplikasi dan file yang diunduh secara teratur. [faz]