Awas, Minum Kopi Bisa Sebabkan Depresi!

Syahdan Nurdin, terkekeh
·Bacaan 2 menit

VIVAKopi adalah minuman favorit yang biasa dinikmati orang-orang sepanjang waktu. Baik pada pagi hari, siang hari bahkan malam hari. Ketika pagi, minuman olahan biji tersebut umumnya digunakan untuk menambah semangat.

Sedangkan ketika malam, kopi digunakan untuk menemani begadang. Minuman ini sudah menjadi bagian hidup manusia yang sulit dipisahkan. Akan tetapi, mengonsumsi segala sesuatu secara berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk.

Minuman berkafein ini dapat menimbulkan berbagai efek buruk bagi manusia apabila dikonsumsi secara berlebihan. Diantaranya adalah mempengaruhi mood, menambah kecemasan bahkan bisa menyebabkan depresi. Untuk lebih jelasnya, simak uraian di bawah ini.

Berbagai Efek yang Bisa Ditimbulkan oleh Kopi

Meminum kopi dengan porsi kecil bisa meningkatkan semangat. Namun, mengonsumsinya dalam jumlah banyak dapat mempengaruhi mood. Bahkan, bisa membuat cemas. Hanya karena mengonsumsi olahan biji, perasaan bisa berubah buruk.

Selain mengubah mood, mengonsumsi kopi juga dapat berpengaruh terhadap kewaspadaan. Hal ini karena benda tersebut memiliki efek menurunkan tingkat kelelahan. Selain itu juga mampu membuat seseorang terjaga.

Karena itu, minuman tersebut kerap dijadikan senjata untuk begadang di malam hari. Meski banyak tugas yang harus diselesaikan, performa meningkat dan tidak terasa lelah. Itu adalah efek baik dari olahan biji ini.

Efek buruknya adalah apabila mengonsumsinya ketika tidak melakukan kegiatan apa-apa. Kafein di dalam kopi merangsang otak untuk mengeluarkan dopamin, serotonin, hormon adrenalin dan norepinefrin.

Apabila tidak melakukan apa-apa, pelepasan hormon ini justru akan menyebabkan dampak buruk. Bukan menambah performa, tetapi justru menimbulkan kegelisahan, kecemasan dan emosi yang mudah tersulut.

Setelah mengonsumsi minuman tersebut, kewaspadaan akan meningkat. Namun jika tidak diimbangi dengan aktivitas, akan terjadi perubahan suasana hati. Yaitu terjadinya kecemasan dan kegelisahan.

Semakin banyak takaran kopi yang dikonsumsi tentu semakin besar potensi seseorang mengalami hal tersebut. Oleh sebab itu, harus berhati-hati dalam mengonsumsi minuman berkafein ini. Perhatikan takaran penyajian, jangan berlebihan.

Minum Kopi dapat Menyebabkan Depresi

Kopi memiliki dampak terhadap depresi. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi minuman tersebut dalam jumlah sedikit bisa mencegah stres. Orang-orang yang gemar menikmati kafein ini bisa terhindar dari depresi.

Mengonsumsi kopi dalam waktu lama bisa mencegah depresi. Berdasarkan sebuah penelitian, perempuan yang mengonsumsi kafein tersebut sebanyak 4 cangkir per hari mempunyai risiko depresi lebih kecil dibanding yang mengonsumsi kopi satu cangkir dalam sehari.

Pelepasan endorfin dalam tubuh yang disebabkan oleh kopi dapat menimbulkan perasaan senang yang merupakan obat antidepresi. Oleh sebab itu, mengonsumsinya bisa mencegah seseorang untuk terkena depresi.

Akan tetapi, mengonsumsi kafein secara berlebihan bisa mempengaruhi kesehatan. Jika mengonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir sehari, justru bisa meningkatkan potensi depresi. Minuman berkafein ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Apabila ingin memperoleh manfaat yang optimal dari kopi, atur batas konsumsi minuman berkafein tersebut. Tidak boleh lebih dari 3 cangkir dalam waktu satu hari. Jika hendak tidur, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman ini karena bisa menyebabkan gangguan tidur.

Mengonsumsi kopi bisa menyebabkan berbagai efek bagi tubuh. Bisa efek baik maupun efek buruk. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, mengonsumsinya harus dibatasi. Jika berlebihan justru berpotensi menyebabkan depresi.