Awas, Risiko Bencana Alam Bisa Rugikan Dunia Usaha

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengatakan bahwa tingkat ancaman bencana alam di Indonesia yang cukup tinggi turut berdampak pada iklim kegiatan usaha.

Maka dari itu, para pelaku usaha diharapkan mampu beradaptasi dan cepat tanggap terhadap risiko bencana dalam penerapan bisnisnya.

Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid mengatakan dengan skala dan frekuensi bencana yang cenderung meningkat, menimbulkan dampak dan kerusakan yang lebih besar terhadap harta benda, prasarana, lingkungan, hilangnya nyawa dan struktur sosial, tingkat pengungsian internal dan dampak lain.

Menurut Arsjad, kerugian dan dampak tersebut juga diakibatkan belum dilakukannya penanggulangan bencana oleh berbagai faktor kunci penanggulangan bencana secara optimal.

"Kami memandang kecepatan dan skala adaptasi dalam Indonesia perlu ditingkatkan untuk mengelola peningkatan risiko seperti mengintegrasikan ketahanan iklim dalam perencanaan kota, mempromosikan pertanian yang cerdas-iklim, serta menciptakan kerangka mitigasi bencana yang kuat," kata Arsjad, demikian dikutip dari rilis Kadin, Senin (25/10/2021).

Selain berdampak pada kegiatan usaha, risiko bencana juga dapat membuat sistem sosial ekonomi menjadi rentan dan perhatian bersama yang penting agar penanggulangan bencana bisa dilakukan dengan seefisien mungkin.

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek dan Inovasi Carmelita Hartoto menambahkan, Kadin siap bergandengan tangan dalam penanggulangan bencana.

Menurut Carmelita, setiap perusahaan diharapkan dapat membekali SDM dengan kemampuan tanggap bencana, demikian pula dukungan aspek teknologi dan informasi dalam mitigasi bencana.

"Perusahaan yang bergerak di IT bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk menggunakan teknologi dalam penanggulangan bencana. Semua rancangan dan pola kerjanya bisa dikolaborasikan, sehingga saat bencana tiba pelaku usaha sudah tahu apa yang harus dikerjakan, sehingga menjadi satu kesatuan dengan apa yang dilakukan pemerintah bersama unsur masyarakat lainnya," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kadin Perbanyak Koordinasi dengan BNPB Soal Penanggulangan Bencana

Banner Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina. (Liputan6.com/Trieyasni)
Banner Infografis Waspada Bencana Alam Akibat La Nina. (Liputan6.com/Trieyasni)

Carmelita pun mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah memiliki InaRisk, yakni aplikasi khusus untuk penanggulangan bencana.

Menurut dia, dalam pengembangannya, BNPB dapat berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan IT dan sektor lainnya yang terkait.

Selain itu, pada periode 2021-2026, Kadin Indonesia telah membentuk dan memberikan amanat penanggulangan bencana kepada Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana.

Dikatakan bahwa bidang baru di Kadin ini akan diperkuat secara kapasitas untuk internal dan anggota serta menjangkau komunitas bisnis yang luas.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan membangun kebersamaan melalui kemitraan antar lembaga kemanusiaan nasional dan internasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana Suryani Motik menyebut, ke depan akan lebih banyak melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian sosial.

Menurutnya, selama ini pemahaman dunia usaha terhadap resiko bencana masih minim

"Pengusaha baru tanggap dan fokus di tahap keadaan darurat dan pasca bencana, sementara pasca bencana menjadi hal baru bagi dunia usaha. Padahal, ini penting untuk meminimalisir resiko bencana terhadap kegiatan usaha," ujar Suryani.

Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya?

Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Gempa Malang Alarm Bencana Besar Berikutnya? (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel