Awas, Sarjana Target Penipuan Kerja Luar Negeri

TEMPO.CO , Jakarta:Pengangguran di Tanah Air rupanya menjadi ladang subur bagi para penipu yang menawarkan pekerjaan. Tak tanggung-tanggung, korbannya calon tenaga kerja terdidik atau lulusan sarjana dari perguruan tinggi. Kejadian ini terjadi di Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur. Sejumlah korban mengadu ke politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari yang merupakan anggota DPR dari daerah pemilihan tersebut.

Menurut Eva, ada lima lulusan perguruan tinggi dari Tulung Agung mengadu sebagai korban penipuan tawaran kerja ke luar negeri. Tawarannya memang cukup menggiurkan, negeri mode Perancis dan negeri para dewa Yunani.

Modus penipuan itu dengan cara berkomunikasi melalui internet. Mereka masing-maisng mentransfer sejumlah uang sekitar Rp 25 juta per orang. "Setelah mentransfer, akun email rekrutmen tersebut ditutup atau tidak dijawab," kata Eva, Senin, 4 Juni 2012.

Eva mengisahkan cerita lain lagi. Kali ini berasal dari laporan Satriya, yang berdomisili di Malang, Jawa Timur. Satriya nyaris menjadi korban berikutnya jika saja ia tak mengecek tawaran kerja ke luar negeri yang sempat menarik hatinya itu.

Satriya awalnya bertemu seorang 'bule' bernama Johan Scoffed di sebuah mall di Jakarta. Setelah ngobrol, ia mendapat tawran dicarikan pekerjaan di perusahaan Nokia UK. Melalui surat elektronik atau email, Satriya terus berkomunikasi dengan si 'bule' yang mengaku bekerja di perusahaan ponsel kenamaan. Satriya tentu tak curiga, apalagi ia berbalas email dengan pria yang menggunakan alamat email berbasis mirip dengan nama perusahaan itu.

Dalam suratnya Johan menjelaskan penerimaan dan jumlah gaji yang dijanjikan. Tak ketinggalan ia meminta Satriya mentransfer 1500 Poundsterling (sekitar Rp 20-an juta) sebagai uang awal termasuk biaya imigrasi di London. Satriya mulai curiga. Untuk memastikan kecurigaannya ia pun mengkontak kantor perusahaan berbasis di London itu. Ternyata memang tak ada nama Johan Scoffed di perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi itu.

Bagi Eva, kejadian ini cukup memprihatinkan. Ini menunjukkan tidak berfungsinya kantor-kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai biro perekrutan tenaga kerja di berbagai level, seperti di negara-negara di Eropa. "Kejadian ini menambah rawan situasi para lulusan untuk terjebak penipuan."

MUNAWWAROH

Berita Terkait

Dahlan:70 Persen BUMN Menyuap agar Dapat Proyek  

Mengurus Tanah Hambalang Sampai ke Dukun

Mengapa Ical Mesti Berpasangan Dengan Jenderal?

Nazar: Anas Mengurus Hambalang di Resto Jepang

Anas Bisa Dijerat Sebagai Penganjur Hambalang

Ical ''Siap Ditembak'' Tapi Takut Jawab Lapindo 

Begini Lika-liku Izin Berliku Hambalang

Malang-Melintang Duit Hambalang

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.