Awas, Serangan DDoS Makin Melonjak

Merdeka.com - Merdeka.com - Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) meningkat secara konsisten pada kuartal ketiga tahun 2022, terutama yang dilakukan oleh para profesional. Jumlah yang disebut serangan pintar selama periode ini dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, proporsi upaya DDoS yang canggih menjadi lebih signifikan: sementara jumlah serangan oleh kelompok peretas (hacktivist) sangat menonjol dalam dua kuartal pertama tahun ini, aktivitas mereka hampir menghilang di kuartal ketiga. Temuan ini dan lainnya adalah bagian dari laporan DDoS per kuartal yang dikeluarkan oleh Kaspersky.

Perlu diketahui, serangan DDoS dirancang untuk menghentikan situs web agar tidak berfungsi secara normal atau mengganggunya sepenuhnya. Selama durasi serangan yang biasanya menargetkan lembaga pemerintah, perusahaan ritel atau keuangan, media atau organisasi lain, korban berpotensi kehilangan pelanggan karena situs webnya yang tidak tersedia dan reputasi mereka menurun.

Pada Q3 2022, jumlah serangan DDoS apapun jenisnya saling berkaitan dengan periode pelaporan sebelumnya. Menurut para ahli Kaspersky, ini adalah gambaran standar: musim panas yang relatif tenang diikuti oleh lonjakan tajam dalam aktivitas DDoS.

"Selain itu, dibandingkan dengan Q3 2021, jumlah keseluruhan serangan DDoS naik 47,87 persen, sementara jumlah serangan cerdas, atau canggih dan dilakukan secara profesional, menjadi berlipat ganda," kata Alexander Gutnikov, pakar keamanan Kaspersky dalam keterangan persnya, Rabu (9/11).

Targetnya pun, kata Gutnikov, menunjukkan perubahan: terutama di sektor keuangan dan pemerintahan. Kedua fakta ini memperkuat gagasan bahwa, dari musim semi hingga setidaknya akhir September ini, para profesional bekerja melawan sektor-sektor yang disebutkan, sebagaimana tercermin dalam statistik Kaspersky.

"Selama periode ini, kami mengamati banyak serangan canggih yang ditujukan untuk mencapai tujuan yang ditargetkan dengan jelas: misalnya, untuk memutus saluran media, atau bahkan menangguhkan operasi umum organisasi pemerintahan," ungkap dia. [faz]