Awasi Titik Rawan Tawuran, 1.423 Polisi Disebar saat Malam Tahun Baru di Depok

Merdeka.com - Merdeka.com - Pada malam pergantian tahun nanti, warga Depok dilarang melakukan konvoi. Selain itu juga tidak dibolehkan menggelar pesta kembang api dan petasan.

"Sesuai dengan imbauan pemerintah tidak boleh konvoi, tidak boleh euforia tahun baru dengan petasan," kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar saat melakukan pemantauan jelang malam pergantian tahun, Sabtu (31/12).

Kendati ada larangan namun jika ada pelanggaran tidak dikenakan tindakan tegas. Hanya saja polisi mengimbau agar warga mematuhi aturan tersebut.

"Kita tidak menindak, tapi mengimbau," ujar dia.

Untuk pengamanan malam pergantian tahun, diterjunkan 1.423 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dan organisasi masyarakat (ormas). Personel disebar ke sejumlah titik.

"Personel disebar di tujuh pos pengamanan dan satu pos pelayanan," kata dia.

Kemudian, personel polisi dan gabungan lainnya juga melakukan pengamanan di sejumlah gereja yang menggelar ibadah. Untuk menciptakan ketertiban, personel gabungan melakukan pengamanan secara keliling dan statis.

"Di gereja yang melakukan ibadah dijaga, itu yang sifatnya statis. Kita juga laksanakan penebalan terutama di tempat keramaian seperti di Margonda, GDC, Cinere," ujar dia.

Personel yang melakukan pengamanan keliling akan bergantian melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan. Seluruh personel akan bergerak serentak dalam menjaga ketertiban dan keamanan, termasuk mencegah terjadinya tawuran pada malam pergantian tahun.

"Kita lakukan patroli keliling untuk antisipasi tawuran, terutama di tempat keramaian. Polsek dan koramil bergerak serempak,” pungkasnya. [gil]