Ayah, Aku Yakin Suatu Saat Kita Berkumpul Lagi dalam Cinta yang Sama

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

TERKAIT: Ayah, Sosok Paling Sabar yang Jadi Sumber Kekuatanku untuk Selalu Tegar

TERKAIT: Di Balik Sosok Ayah yang Tampak Kuat, Ada Rasa Lelah yang Disimpan Sendiri

TERKAIT: Bagi Anak Perempuan, Ayah adalah Sosok Pahlawan Hebat Pertama di Hidupnya

***

Oleh: Yunita Soekandar

Dear Ayah,

Tahukah Ayah, rindu ini rasanya sudah tak tertahankan. Setiap aku melihat seorang anak menangis dan dipeluk ayahnya aku berandai jika saja Ayah masih ada di sampingku, pasti Ayah juga tidak akan membiarkanku bersedih bukan? Jika melihat kupu-kupu terbang di angkasa, aku ingat Ayah akan mengendongku dan berlari mengejar kupu-kupu itu bersamaku. Kita tertawa bersama sampai mentari pun iri pada kita.

Dear Ayah,

Di malam-malam aku terjaga dari tidurku, aku merindukan senandungmu saat meninabobokan aku. Saat itu bintang-bintang tampak lebih indah di antara teduhnya tatapan matamu. Semilir angin juga bagai usapan lembut bidadari saat Ayah menemani lelapku.

Merindukan Ayah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/CandyRetriever
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/CandyRetriever

Ayah,

Andai saja masih ada bahu kekarmu, pasti aku memiliki tempat untuk bersandar dan akan lebih kuat dari sekarang. Kerasnya kehidupan bukan karena kesulitan yang kualami, tetapi karena tidak ada Ayah bersamaku. Ayah adalah matahari, lalu bagaimana aku berjalan jika dunia tampak gelap tanpamu.

Ayah,

Ayah adalah anugerah terbaik selain Ibu. Selama Ayah tidak ada, Ibu adalah lentera yang menggantikan terangmu. Ibu yang menguatkan aku dengan bahu rapuhnya dan mendoakan Ayah dengan berurai air mata. Yah, aku mulai memahami satu hal bahwa seharusnya aku sekuat Ibu yang selalu menggangap Ayah tidak pernah pergi. Ayah masih ada dalam hati kami, selamanya.

Semoga Ayah tenang di sana karena suatu saat kita akan berkumpul lagi dalam doa dan cinta yang sama.

Love you, Ayah.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel