Ayah Korban Pemerkosaan Minta Nama Anaknya Dibuka

TEMPO.CO, India -- Ayah dari perempuan korban pemerkosaan di India, kini buka suara. Dalam wawancara media massa yang terbit pada Minggu 6 Januari 2013, sang ayah meminta agar nama putrinya dipublikasikan. Soalnya, ia ingin si anak menjadi inspirasi bagi korban kekerasan seksual lainnya.

"Kami ingin dunia tahu nama aslinya," kata sang ayah di Sunday People,  yang dikutip situs berita Reuters.

Sang bapak mengatakan, anaknya sama sekali tidak berbuat salah. Karena itu, si ayah tak merasa malu bila nama anaknya terungkap.

"Saya bangga pada dia," kata sang ayah. "Pengungkapan namanya bakal memberikan keberanian bagi perempuan lain yang selamat dari kasus pemerkosaan."

Tidak hanya itu, sang ayah juga meminta putrinya dijadikan sebagai nama undang-undang kejahatan seks guna menghormati sang anak. Dan sesuai persetujuannya, nama sang ayah dan mendiang anaknya dicetak dalam artikel Sunday People.

"Namun atas permintaan keluarga, foto mereka tidak dimuat," tulis Reuters. "Dan sesuai larangan pemerintah India, Reuters pun tidak mencantumkan nama keduanya."

Perempuan korban pemerkosaan ini merupakan mahasiswi fisioterapi. Gadis  berusia 23 tahun ini diperkosa lima pria dalam sebuah bus, 16 Desember 2012 lalu. Kala itu, ia bersama teman lelakinya yang juga mengalami penganiayaan.

Ketika memperkosa, pelaku sempat menggunakan benda berupa logam. Akibatnya, si korban menderita luka hingga mengenai usus. Terus mengalami kritis di rumah sakit di India, perempuan itu diterbangkan ke Singapura, 26 Desember 2012. Namun ia tak mampu bertahan dan meninggal pada Sabtu, 29 Desember 2012. Peristiwa ini memicu gelombang unjuk rasa memprotes pemerkosaan tersebut.

REUTERS | CORNILA DESYANA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.