Ayah Mungkin Tak Sempurna, tapi Waktu yang Kuhabiskan Bersamamu Indah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Membahas kisah dan cerita tentang ayah memang tak ada habisnya. Begitu banyak momen tak terlupakan yang kita miliki bersama ayah tercinta. Mulai dari momen paling bahagia hingga momen paling sedih. Setiap hal yang berkaitan dengan ayah selalu berkesan seperti tulisan kiriman Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2021 Surat untuk Ayah berikut ini.

TERKAIT: Ayah, Sosok Paling Sabar yang Jadi Sumber Kekuatanku untuk Selalu Tegar

TERKAIT: Di Balik Sosok Ayah yang Tampak Kuat, Ada Rasa Lelah yang Disimpan Sendiri

TERKAIT: Bagi Anak Perempuan, Ayah adalah Sosok Pahlawan Hebat Pertama di Hidupnya

***

Oleh: Haning Astuti

Ayah, Bapak, Papa, Daddy dan banyak lagi istilah lain untuk kami memanggilmu. Namun, semua bermakna sama, yaitu pahlawan untuk putri kecilmu. Bapak, begitu aku memanggilmu selama ini. Sosok lelaki yang menemaniku dari bayi hingga kini, sosok yang menggendongku sedari dini, dan mungkin sosok yang kubanggakan hingga nanti.

PTSD bukan penghalang bagimu menjadi sosok pahlawan dalam hidupku. Aku masih ingat saat kau menjeput sekolah dalam rinai hujan deras, akupun ingat saat kau mengayuh sepeda tuamu untuk bekerja, dan aku masih ingat saat kau menggendongku karena aku menangis saat terbangun dari tidur lelapku.

Ayah Tetap Pria Terhebat di Hidupku

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/CandyRetriever
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/CandyRetriever

Walau tak serupa dengan kasih sayang ayah lainnya, kenangan manis denganmu masih membayangi hidupku. Terganggu mental bukan berarti terganggu hatikan? Walau kau sering tertawa tanpa sebab, memukul karena merasa aku salah hingga tak pernah tahu sedikit pun cerita perjalanan hidup yang kulalui, engkau tetap seorang ayah yang membawaku ada di dunia ini.

Banyak yang bilang engkau berbeda, tapi aku tak pernah sedikit pun merasa itu. Mungkin baru kini saat sosok adik kecilku yang telah tumbuh dewasa bercerita bahwa ia tak pernah mendapat figur ayah. Dia berkata bahwa engkau hanya manusia merepotkan, tapi bukankah wajar di usia ini engkau manja.

Jika si bungsu tak berniat merawatmu, maka semoga si sulung bersedia. Namun, sama saja kakakku juga berkata tak ingin merawatmu Pak. Bagaimana jika aku yang merawatmu? Apakah kau bersedia? Tetapi aku sanksi engkau mau bersamaku, jika aku hanya anak yang mungkin tak kau sayang.

Untuk Bapak semoga senantiasa sehat dan bahagia.

Untuk Bapak semoga selalu diridhoi Allah dalam hidupnya.

Untuk Bapak semoga mau menerimaku menjadi perawatmu di masa tua.

Untuk Bapak walau berbeda engkau tetap sama yaitu seorang ayah hebat untukku, putrimu.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel