Ayah Perkosa Anak Dipicu Mudahnya Akses Video Porno

Liputan6.com, Jakarta : Kasus perkosaan antarsatu anggota keluarga dekat kini marak. Disinyalir, kasus itu muncul dipicu juga oleh faktor kemudahan kalangan ekonomi menengah ke bawah mengakses video porno melalui telepon genggam.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, peristiwa yang kebanyakan pelaku berprofesi pemulung ini wajib memiliki pulsa hape untuk akses situs porno. "Sekarang mengakses pornografi kan bisa dari mana saja. Lewat hp bisa, internet bebas. Kebayakan sekarang pakai internet ya. Ya artinya, akses bisa didapatkan dari media itu. Sekarang kan bisa mobile, di mana aja bisa dibuka itu bukan konsumsi akses orang atas," katanya di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Menurutnya, ekonomi menengah ke bawah saja dapat mengonsumsi rokok sebanyak 2 bungkus, pulsa hape pun tak mungkin tak terbeli oleh mereka. "Enggak seperti orang miskin. Orang susah tapi rokoknya sehari 2 bungkus itu bisa. Mereka dibilang orang susah, tapi pulsa itu wajib," tukasnya.

Untuk memberantas tindakan ini, kesulitannya adalah sifat situs porno yang seperti spider web, memiliki banyak alamat yang mudah berganti-ganti. "Kadang hilang, kadang tutup, hilang. Kayak spider web, jadi tutup di sini, buka di sini," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, faktor lingkungan dan kondisi keluarga jelas mempengaruhi awal terjadinya peristiwa semacam ini. Contohnya seperti kondisi ibu yang sibuk bekerja di luar rumah, sedangkan bapaknya yang mengurus anak-anak yang kebetulan berjenis kelamin wanita.

"Karena faktor lingkungan, interaksi sosial pada masyarakat permisif. Kemudian status keluarga yang rumahnya kecil, tidurnya bareng-bareng, mandinya bareng-bareng, jadi selalu berdekatan. Kemudian rasa ketergantungan satu sama lain. Latar belakang pendidikan kurang, latar belakang spiritualnya apalagi lebih kurang lagi, jadi seolah-olah alami saja itu terjadi," jelasnya.

Ia mencontohkan kasus perkosaan di Jakarta Timur, dimana ada seorang ayah melakukan pelecehan seksual pada 3 putrinya yang juga kemudian tumbuh besar. "Kakaknya, adiknya-adiknya lagi kemudian karena memang ibu sibuk di luar, sang ayah merasa yang berikan uang jajan, uang sekolah, dan lain-lain. Jadi si anak patuh pada orang tuanya (ayah), sementara ibunya sibuk," imbuhnya.

Kasus perkosaan ayah-anak yang cukup mencengangkan adalah kasus perkosaan RI yang akhirnya meninggal pada 6 Januari 2013 lalu karena sakit pendarahan di otak yang dipicu oleh perbuatan ayahnya yang kerap memperkosa. (Mut)