Ayah Sebut Siswi SMP di Ciracas Jadi Korban Perundungan Sebelum Bunuh Diri

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polres Metro Jakarta Timur memeriksa orangtua SN (14), Dinar Ariefianto terkait kasus bunuh diri anaknya. SN yang merupakan siswi SMPN 147 Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur tewas setelah terjun dari lantai 4 sekolahnya, pada Selasa 14 Januari lalu.

Dinar diperiksa selama delapan jam sejak Senin 20 Januari 2020 malam terkait kasus bunuh diri putrinya.

Ketua tim pengacara Dinar, Defrizal Damaris mengatakan, salah satu poin yang disampaikan kliennya kepada penyidik yakni, bahwa anaknya jadi korban bullying atau perundungan di sekolahnya.

"Korban pernah curhat ke kakaknya mengenai perundungan di sekolah. Tapi mungkin bukan perundungan fisik. Perundungan verbal, ini yang lagi digali kepolisian, apa motifnya," kata Defrizal di Mapolrestro Jakarta Timur, Selasa (21/1/2020).

Katanya, SN selalu bercerita kepada kakak tertuanya itu usai sang ibu meninggal karena sakit. Meskipun tak mendengar langsung curhat tersebut, kakak perempuan SN disebut sebagai pengganti sosok ibu.

"Pernah salah satunya dia (SN cerita) dikeluarkan dari grup WA di sekolah. Kalau bully fisik sih enggak pernah disampaikan ke ayahnya," ujarnya.

Defrizal menuturkan, informasi dugaan perundungan baru disampaikan kakak tertua SN ke kliennya beberapa waktu lalu. Tepatnya saat SN kiritis di ruang ICU RS Polri Kramat Jati sebelum akhirnya meninggal dunia.

"Setelah almarhumah (SN) meninggal, kakaknya pernah cerita bahwa dia (SN) pernah merasa di-bully di sekolah, segala macam. Tapi bully seperti apa kan ayahnya enggak tahu," ujarnya.

Lebih lanjut Defrizal menyayangkan pihak sekolah, Sudin Pendidikan Jakarta Timur, dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang tak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Sebab, kasus bunuh diri baru diketahui dua hari setelah SN terjun dari gedung sekolah.

"Kita menyampaikan ada dugaan bullying juga karena ada pengakuan dari kakaknya almarhumah. Curhat-curhat adiknya mengenai bullying di sekolah, tapi bully seperti apa yang dia tahu pernah dikeluarkan dari grup sekolah," pungkas Defrizal.

 

Reporter: Ronald Chaniago

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: