Ayah Vanessa Angel, Doddy Sudrajat Ngadu Ke Komnas Perlindungan Anak Tak Bisa Bertemu Gala Sky

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ayah mendiang Vanessa Angel, Doddy Sudrajat mendatangi Komnas Perlindungan Anak. Doddy mengadukan perihal dirinya yang tak bisa bertemu dengan cucunya, Gala Sky Andriansyah. Doddy juga menduga cucunya itu telah dieksploitasi.

Menanggapi kedatangan Doddy Sudrajat, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait berusaha menengahi. Dirinya menegaskan Gala Sky bisa diasuh oleh kedua kakeknya, tidak hanya satu pihak saja.

"Pak Doddy merasa keberatan terhadap proses pengasuhan Gala yang saat ini dilakukan oleh besannya Pak Doddy, Pak Faisal, ya. Hari ini beliau berkonsultasi. Tadi kami sudah berbicara dengan Pak Eri dengan Pak Doddy mengenai pengasuhan," kata Arist Merdeka Sirait saat jumpa pers di kantornya kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (24/12/2021).

Arist Merdeka Sirait meminta pengasuhan Gala dilakukan bersamaan antara Doddy Sudrajat dan besannya H. Faisal. Hal ini untuk membuat sang anak merasa nyaman dalam lindungan keluarganya.

"Komnas Perlindungan Anak dalam perspektif perlindungan anak, pengasuhan itu harus dilakukan secara bersama di mana anak itu nyaman, karena dia masih batita, masih satu setengah tahun," ujar Arist.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Nyaman

Doddy Sudrajat mendatangi Komnas Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur (Kapanlagi/Bayu Hendarto)
Doddy Sudrajat mendatangi Komnas Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur (Kapanlagi/Bayu Hendarto)

Gala Sky diakui oleh Arist harus mendapatkan pengasuhan yang sedemikian nyaman bagi tumbuh kembangnya. Seperti diketahui, kedua orangtua Gala Sky sudah meninggal dunia yakni Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah.

"Dalam perspektif perlindungan anak, saya sampaikan di mana Gala itu nyaman dan enjoy. Biarkan dia tumbuh berkembang dalam posisi itu dan orang di sekitarnya termasuk Pak Doddy, keluarga besarnya, termasuk keluarga Pak Faisal itu mengkondisikan. Agar anak itu bertumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Arist.

Kritik

Doddy Sudrajat mendatangi Komnas Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur (Kapanlagi/Bayu Hendarto)
Doddy Sudrajat mendatangi Komnas Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur (Kapanlagi/Bayu Hendarto)

Namun meski begitu, Arist juga mengkritik perihal kedua kakek Gala Sky yang menggugat ke Pengadilan soal hak asuh. Menurut Arist, hal itu tidak perlu dilakukan.

"Nggak perlu ya. Ini hak perwaliannya kepada siapa dan siapa, dalam perspektif perlindungan anak biarkan Gala, di mana dia berada dan senang dan orang sekitarnya harus memfasilitasi itu dan tidak ada yang satu dan lain menghambat itu," ujar Arist.

Seperti diketahui, Doddy Sudrajat dan H. Fisal masing-masing mengajukan penetapan perwalian terhadap Gala Sky ke pengadilan agama (PA). Hingga kini, permohonan perwalian itu masih bergulir di PA Jakarta Barat dan PA Jakarta Pusat.

Eksploitasi

Sementara itu perihal dugaan adanya eksploitasi Gala Sky, Arist Merdeka belum mau memberikan komentarnya. Pihaknya ingin lebih dulu bertemu dengan ayah Bibi Andriansyah yang kini mengasuh Gala.

"Saya belum bisa menilai betul-betul itu karena saya belum bertemu dengan Pak Faisal. Belum ketemu dengan Gala, karena baru hari ini pak Doddy datang," kata Arist.

Janji

Arist berjanji bila ditemukan unsur dugaan eksploitasi, pihaknya akan membantu memberi jalan tengah untuk dua keluarga.

Pihak Komnas PA berencana untuk melakukan kunjungan ke kediaman yang saat ini ditinggali Gala. Mereka ingin mengetahui apakah benar ada unsur eksploitasi anak yang dilakukan oleh keluarga mendiang Bibi.

"Itulah langkah yang akan dilakukan oleh Komnas Perlindungan Anak, menguji apakah itu eksploitatif atau tidak berdasarkan UU perlindungan anak," pungkas Arist.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel