Azerbaijan dan Armenia Akhirnya Sepakat Tak Bantai Warga Sipil

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Setelah menemui jalan buntu dalam tiga perjanjian gencatan senjata, Armenia dan Azerbaijan akhirnya mencapai kesepakatan di pertemuan keempat di Jenewa, Swiss. Dalam pertemuan ini kedua negara tidak membahas soal gencatan senjata, namun berjanji untuk tidak menjadikan warga sipil sebagai target serangan.

Warga sipil kedua negara jadi yang paling menderita akibat Perang Armenia-Azerbaijan yang kembali meletus di Nagorno-Karabakh (Artsakh) sejak 27 September 2020 lalu. Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari Azernews dan BBC Russian Service, total ada 132 warga sipil yang tewas dalam perang. Jumlah tersebut terdiridari 92 orang warga Azerbaijan dan 40 orang warga sipil Armenia.

Tak hanya itu, konflik bersenjata yang sudah berlangsung lebih dari sebulan ini juga melukai 392 orang warga Azerbaijan dan 100 orang warga Armenia.

Dalam laporan lain yang diperoleh VIVA Militer dari Al Arabiya, Menteri Luar Negeri Armenia, Zohrab Mnatsakanyan, dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Jeyhun Bayramov, kembali bertemu di Jenewa, Swiss, Jumat 30 Oktober 2020.

Dalam pertemuan yang kembali dimediasi oleh Organisasi Keamanan dan Kooperasi di Eropa (OSCE) Minsk, kedua perwakilan negara mencapai kesepakatan untuk tidak menyerang pemukiman sipil dalam perang.

"Armenia dan Azerbaijan tidak akan dengan sengaja menargetkan populasi sipil atau objek non-militer sesuai dengan hukum internasional. Armenia dan Azerbaijan berjanji membantu memulihkan dan melakukan pertukaran tentara yang tersisa di medan perang, dan dalam waktu seminggu mengirimkan daftar tawanan perang untuk menyediakan akses dan pertukaran akhir," bunyi pernyataan bersama Armenia dan Azerbaijan.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Jumat 30 Oktober 2020, ada 21 orang warga sipil yang tewas akibat serangan artileri dan roket-roket Angkatan Bersenjata Armenia di Barda. Serangan ini tak hanya membuat sejumlah rumah warga sipil Azerbaijan hancur, tetapi juga melukai lebih dari 70 orang lainnya.

Dalam data yang dikutip VIVA Militer dari Armenia Unified Infocenter, pasukan militer Armenia diklaim telah membunuh 6.914 orang tentara Azerbaijan sejak perang kembali pecah. Sementara itu dalam data yang dirilis BBC Russian Service, tercatat ada 1.166 tentara Armenia yang didukung tentara pemberontak Pasukan Pertahanan Artsakh tewas dalam pertempuran.