Azerbaijan Yakin Jenderal Jalal Sudah Mati Dihantam Drone Turki

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kondisi Menteri Pertahanan Republik Nagorno-Karabakh (Artsakh) yang juga menjabat sebagai Panglima Pasukan Pertahanan Artsakh, Letnan Jenderal Jalal Harutyunyan, hingga saat ini masih belum diketahui kebenarannya. Pasalnya, Azerbaijan yakin jika Jalal sudah tewas akibat serangan pesawat tanpa awak (drone).

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Nagorno-Karabakh membenarkan jika Jalal tengah mendapatkan perawatan medis secara intensif. Jalal menderita luka akibat serangan rudal pasukan militer Azerbaijan, Selasa 27 Oktober 2020.

Akan tetapi, menurut juru bicara Kepresidenan Republik Nagorno-Karabakh, Vahram Poghosyan, luka yang diderita Jalal tidak parah dan tidak sampai mengancam keselamatan nyawanya.

Akibat luka yang dideritanya juga, posisi Jalal sebagai Menteri Pertahanan dan Panglima Pasukan Pertahanan Artsakh digantikan oleh Letnan Jenderal Mikayel Arzymanyan.

Berbeda dengan informasi yang disebarkan oleh otoritas Artsakh, Azerbaijan justru meyakini jika Jalal telah tewas. Menurut laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari BulgarianMilitary, Jalal telah tewas setelah mobil yang ditumpanginya dihantam rudal yang ditembakkan drone Bayraktar TB-2 buatan Turki.

Sejumlah sumber lokal pun meyakini jika serangan pasukan Azerbaijan telah berhasil membunuh Jalal. Sejumlah media Rusia bahkan telah merilis video serangan yang menewaskan Jalal. Meskipun tak bisa diandalkan kebenarannya, situs Wikipedia justru telah menyatakan jika Jalal telah meninggal dunia, Selasa 27 Oktober 2020.