Azis Syamsuddin Akui Beri Uang ke Eks Penyidik KPK: Bahasanya Minjam

·Bacaan 2 menit
Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin jelang rilis penetapan tersangka dan penahanan di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (25/9/2021). Politisi Partai Golkar ini ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan KPK terkait kasus penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengakui dirinya memberikan uang kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju.

Dia mengakuinya saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi di KPK. Azis dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (25/10/2021).

Awalnya, politikus Golkar ini mengaku dirinya beberapa kali bertemu dengan Robin. "Sekitar tiga kali (bertemu Robin)," ujar Azis.

Dia mengklaim dalam pertemuan tersebut, Robin meminta bantuan kepadanya. Azis menyebut Robin meminjam uang kepadanya. Alhasil, dirinya pun memberikan uang yang dia klaim sebagai bentuk pinjaman.

"Iya, saya bantu dia karena dia minta. Dia minta bantuan. Bahasanya minjam," kata Azis.

Azis mengaku pertama memberikan uang kepada Robin sebesar Rp 10 juta. Kemudian pemberian kedua sebesar Rp 200 juta.

"Melalui rekening saya Rp 10 juta. (Pemberian kedua) total 200 juta pak. (Pemberian) yang kedua ini saya sudah tidak mau ke rekening beliau (Robin), dan lalu ke rekening keluarga," kata dia.

Azis menuturkan, pemberian kedua dia transfer melalui rekening pribadinya. Namun tidak langsung ke rekening Robin.

Dalam dakwaan disebutkan jika Azis memberi uang ke Robin melalui rekening teman wanitanya bernama Riefka Amalia.

Jaksa lantas bertanya alasan Azis tak langsung memberikannya ke rekening Robin. "Kenapa pemberian kedua tidak ingin langsung diberikan ke rekening Robin?," tanya Jaksa KPK.

"Karena saya sudah tahu (Robin) penyidik KPK. karena bisa bahaya di saya," kata Azis.

Jaksa Pertanyakan Kembali

Jaksa lantas bertanya bentuk bahaya yang dimaksud Azis.

"Ya seperti ini pak. Ya, kan orang bisa berasumsi macam-macam padahal niat saya membantu," kata Azis.

Azis mengaku paham akibat dari bantuan yang dia berikan kepada Robin. "Iya pak, paham. Saya yang mengubah UU dan membuat UU itu," kata Azis.

Sebelumnya, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju didakwa menerima uang Rp 11.025.077.000 dan USD 36 ribu atau jika dirupiahkan senilai Rp 513.297.001. Jika ditotal setara dengan Rp 11,5 miliar.

Jaksa menyebut Robin menerima suap sejak Juli 2020 hingga April 2021. Suap berkaitan dengan penanganan kasus di KPK. Robin menerima suap bersama dengan seorang pengacara bernama Maskur Husain.

Berikut rincian uang yang diterima Robin bersama Maskur Husain;

1. Dari Wali Kota Tanjungbalai Muhamad Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000,

2. Dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu,

3. Dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000,

4. Dari Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000,

5. Dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.

Atas perbuatannya, Robin didakwa melanggar Pasal Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 11 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel