B20 Indonesia temui pengusaha Jepang dorong bahasan agenda prioritas

Chair of B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pihaknya mendorong pembahasan agenda prioritas dalam Presidensi B20 Indonesia yang akan diselenggarakan pada November 2022 melalui pertemuan dengan pelaku usaha Jepang dan Japan External Trade Organization (JETRO).

“Kami menawarkan kesempatan kepada para pelaku bisnis Jepang, khususnya yang difasilitasi oleh JETRO, untuk berkolaborasi dan hadir dalam B20 Indonesia Summit yang akan diselenggarakan November 2022, di Bali. Kami optimistis Jepang memiliki posisi strategis untuk mendukung tema B20,” kata Shinta dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Jepang selama ini berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya dalam penyediaan infrastruktur energi dimana Jepang membangun fasilitas tenaga listrik 11 ribu megawatt yang menyediakan 20 persen listrik Indonesia.

Shinta menyebut B20 Indonesia akan menghasilkan dua warisan penting yakni pembangunan hub perdagangan karbon dan B20 Wiki yang merupakan platform untuk meningkatkan penetrasi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke rantai pasok global.

Rekomendasi yang telah disusun B20 Indonesia didasarkan pada tiga gugus tugas yang berkaitan erat dengan warisan yang telah dihasilkan Presidensi B20 Jepang pada 2016, yakni rekomendasi dari gugus tugas perdagangan dan investasi, gugus tugas energi, keberlanjutan, dan perubahan iklim, dan gugus tugas digitalisasi.

Menurut dia, perdagangan dan investasi hanya dapat pulih sepenuhnya dengan dukungan pada perdagangan global yang adil, terbuka, efisien, dan investasi multilateral yang terkelola, melalui reformasi WTO.

“Adapun keberlanjutan menjadi isu penting yang didorong melalui B20 Indonesia, salah satunya melalui gugus tugas energi, keberlanjutan, dan perubahan iklim yang kami yakin mampu mendorong peningkatan kerja sama global dalam mempercepat transisi energi dan memastikan penerapan transisi energi yang adil (just), teratur (orderly). dan terjangkau (af ordable) antara negara berkembang dan maju,” tambah Shinta.

Kerja sama Indonesia dengan Jepang juga diyakini dapat mengakselerasi proses transisi energi Indonesia melalui pengembangan teknologi yang memanfaatkan sumber energi terbarukan, dukungan pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia. hingga transfer knowledge terkait transisi energi dan teknologi yang digunakan.

“Sedangkan rekomendasi kebijakan Digitalization Task Force adalah terkait pengembangan infrastruktur yang memadai, mendorong keamanan transaksi, serta dan mendorong kesiapan UMKM terkait digital literacy and skill, serta mempromosikan standar cyber security berbasis risiko,” katanya.

Baca juga: B20 Indonesia tingkatkan pengembangan kapasitas wirausaha perempuan

Baca juga: Pertemuan B20 ajak perusahaan global lahirkan rekomendasi untuk G20

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia diyakini akan bermakna bagi dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel