B20 WiBAC yakin kesetaraan partisipasi perempuan dorong ekonomi global

Satuan Tugas (Satgas) B20 Women in Business Action Council (B20 WiBAC) meyakini kesetaraan partisipasi perempuan di lingkungan kerja dan bisnis dapat membantu mendorong pertumbuhan perekonomian global ke depan.

WiBAC sendiri telah menyampaikan dokumen final Policy & Action Recommendation di The B20 Summit 2022 di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu. Tidak hanya memberikan rekomendasi kebijakan, B20 WiBAC juga menginisiasi sebuah platform One Global Women Empowerment (OGWE) yang telah meluncurkan blue print pada Agustus 2022.

"Begitu banyak peluang yang dapat diraih oleh ekonomi global apabila kesetaraan partisipasi perempuan dapat terwujud. Rekomendasi demikian pun membutuhkan dukungan serta aksi konkret yang dapat menunjang infrastruktur yang aman dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan," kata Chair of B20 WiBAC Ira Noviarti, yang juga Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Platform OGWE, lanjut Ira, dirancang untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dan yang dapat memberikan bantuan dalam hal pemberdayaan para perempuan pekerja dan pengusaha di mana pun berada.

Langkah berikutnya dari OGWE adalah mendirikan badan sekretariat untuk mengembangkan strategi pelaksanaannya di lingkungan bisnis dan memberikan layanan berbasis teknologi yang disebut 5C, yakni Crowdsource, Crowdfund, Curate, Clarify, dan Communication.

Untuk dapat menjalankan kegiatan operasional OGWE secara menyeluruh, International Organisation of Employer (IOE) telah ditunjuk sebagai sekretariat. Seremoni serah terima OGWE dari B20 WiBAC kepada IOE dilakukan pada ajang B20 Summit 2022.

IOE merupakan jaringan sektor swasta terbesar di dunia yang mewakili lebih dari 50 juta komunitas bisnis melalui 150 organisasi pengusaha nasional. Sejak lebih dari 100 tahun, IOE telah menjadi sekretariat dari kelompok pelaku usaha pada International Labour Organizations (ILO).

Federasi anggota IOE juga telah terlibat langsung dalam pembuatan kebijakan tingkat nasional yang juga memainkan peranan penting pada komunitas bisnis nasional, guna menjangkau usaha kecil hingga menengah.

Selanjutnya, IOE dapat melanjutkan legacy project OGWE yang mendorong partisipasi tenaga kerja yang adil dengan cara memperkuat kemampuan pada kepemimpinan perempuan, meningkatkan keamanan kerja bagi pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, serta menetapkan mekanisme pemantauan isu gender.

Ira berharap, semua pihak terkait secara bersama-sama untuk dapat menjalankan dan mengadopsi berbagai rekomendasi yang sudah dihasilkan.

"Kami berharap dapat melihat upaya bersama untuk mengadopsi semua rekomendasi dan agar B20 dan G20 mendukung rekomendasi kami secara penuh, serta meningkatkan dan bertanggung jawab atas peran penting kita semua dalam isu ini," ujar Ira.

Ira optimistis, jika perempuan memiliki kesempatan dan kesetaraan yang sama dalam dunia bisnis, akan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, juga dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) global sebesar 28 triliun dolar AS.

Merujuk data WiBAC dari tahun 2019, diperkirakan jika perempuan dan laki-laki dapat berpartisipasi secara setara dalam dunia usaha, PDB global dapat meningkat 3-6 persen dan bertambah 2,5-5 triliun dolar AS pada ekonomi global.

Baca juga: Pengamat China lihat gejala Indonesia sebagai kekuatan global baru
Baca juga: B20 WiBAC dorong pemberdayaan UMKM perempuan
Baca juga: Iklim kerja yang dukung kesetaraan kunci tumbuhkan pemimpin wanita