Babak Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J Seret Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Lika-liku kasus pembunuhan berencana Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J belum usai. Penyidikan kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo itu terus bergulir.

Pembunuhan ini disebut atas skenario Sambo. Untuk melancarkan aksinya, lebih dari 97 anggota Polri terlibat hingga terancam dimutasi dan dicopot dari jabatannya.

Pembunuhan yang terjadi pada 8 Juli 2022 itu belum sampai pada tahap persidangan. Keterangan yang diberikan oleh beberapa tersangka berubah-ubah sehingga menyulitkan proses pemeriksaan.

Seperti yang sudah dilaporkan sebelumnya, kasus pembunuhan ini disebut merupakan buntut dari perilaku Brigadir J yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.

Kabar itu baru mulai dibicarakan pada 11 Juli 2022, tiga hari setelah insiden penembakan di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, itu terjadi. Mulanya, kepolisian mendapati keterangan bahwa pembunuhan dilakukan oleh Bharada E adalah upaya perlindungan diri dari Brigadir J.

Akibat baku tembak itu, polisi menemukan beberapa titik tembakan di tubuh Brigadir J. Namun, ekshumasi atau otopsi ulang yang dilakukan pada 27 Juli 2022 menemukan bekas luka selain tembakan, seperti sayatan, lilitan di leher, hingga jari putus. Ini menambah dugaan adanya perilaku penyiksaan terhadap Brigadir J.

Penetapan Tersangka

babak baru kasus pembunuhan brigadir j seret ferdy sambo
babak baru kasus pembunuhan brigadir j seret ferdy sambo

Selama hampir satu bulan kepolisian sibuk mengungkap kasus ini, akhirnya lima orang ditetapkan tersangka. Yakni Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, dan atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Penyidik juga telah memeriksa sejumlah polisi yang dinilai memiliki kaitan dengan kasus ini. Di antara mereka ada yang terancam pidana karena menghilangkan barang bukti dan menghalangi penyelidikan.

Tepat sebulan kasus ini berjalan, Bharada E membuat pernyataan berbeda. Di secarik kertas, dia mengakui telah menembak Brigadir J. Namun itu atas perintah Ferdy Sambo.

Kemudian Bharada E mengajukan diri menjadi justice collaborator atau pelaku kejahatan yang membongkar peran pelaku lainnya. Pengacara Bharada E pun mendaftarkan kliennya agar mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menapaki skenario selanjutnya, 16 Agustus, Ferdy Sambo akhirnya menyusul langkah Bharada E dalam memberikan pengakuan. Bedanya, Ferdy Sambo menuliskan hal tersebut melalui ponsel. Ia mengaku jika dirinya lah dalang dari pembunuhan sekaligus pencipta skenario pembunuhan Brigadir J.

"Terkait dengan obstruction of justice, dia juga akui, 'saya yang menyusun skenarionya dan saya yang memerintahkan' tindakan-tindakan pengubahan TKP," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Senin (29/8).

Proses Rekonstruksi

babak baru kasus pembunuhan brigadir j seret ferdy sambo
babak baru kasus pembunuhan brigadir j seret ferdy sambo

Setelah mendapatkan keterangan dari lima tersangka, pihak kepolisian lalu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J pada 30 Agustus 2022. Rekonstruksi ini menggambarkan ulang kejadian sejak di Magelang hingga penembakan di rumah dinas, Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Terungkap dalam rekonstruksi, perencanaan pembunuhan dilakukan di rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Rekonstruksi berjalan selama 7,5 jam dengan 78 reka adegan ulang.

Keempat tersangka melakukan rekonstruksi dengan mengenakan baju tahanan, sementara Putri menggunakan baju berwarna putih. Putri tidak ditahan seperti empat tersangka lainnya, alasannya karena dia memiliki balita yang harus diurus saat ini.

Dalam rekonstruksi perdana itu, turut hadir pula Komnas HAM, LPSK hingga 10 Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Jadi rekonstruksi itu setiap berkas ada dua orang (JPU) yang kita pegang, kurang lebih ada delapan orang, jadi 10 orang karena lima berkas perkara," tutur Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Di sela rekonstruksi, Putri tampak menangis setelah sekian lama tidak bertemu sang suami. Mengetahui itu, Ferdy Sambo langsung memeluk dan mencium istrinya itu.

Sebagai bentuk keterbukaan hasil rekonstruksi terhadap publik, Polri pun lantas merilis rekap adegan rekonstruksi dalam sebuah video animasi singkat.

Pelimpahan Berkas

babak baru kasus pembunuhan brigadir j seret ferdy sambo
babak baru kasus pembunuhan brigadir j seret ferdy sambo

Pihak penyidik telah menyerahkan pemeriksaan lima tersangka ke Kejaksaan Agung. Tetapi setelah dilakukan penelitian, berkas dinyatakan belum lengkap.

Kejagung meminta penyidik melengkapi kembali. Kejagung menilai ada beberapa bagian yang belum jelas, khususnya tentang kesesuaian alat bukti.

"Empat berkas sudah ada di Kejagung, sudah diteliti, dan kami dalam proses pengembalian berkas perkara kepada penyidik karena masih ada yang harus diperjelas oleh penyidik tentang anatomi kasusnya, tentang kesesuaian alat bukti," tutur Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Terbaru, setelah melewati dua minggu, Kejagung kembali menerima pelimpahan berkas kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Selain empat tersangka, berkas Putri juga turut diserahkan pada 14 September 2022.

"Betul pada hari Rabu pukul 11.30 WIB, kami telah menerima berkas perkara atas nama tersangka FS dan kawan-kawan untuk dilakukan penelitian kembali terkait petunjuk yang telah kami sampaikan sebelumnya," kata Agnes Triani, Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Jampidum Kejaksaan Agung, dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (16/9).

Berkas itu nantinya akan diteliti selama 14 hari untuk diputuskan telah lengkap atau masih ada yang perlu dilengkapi. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan jika berkas selesai diteliti dan dinyatakan lengkap atau P-21 maka dilanjutkan dengan tahap II, yakni pelimpahan berkas perkara disertakan dengan penyerahan tersangka beserta barang bukti.

Publik harus sabar menunggu selama dua pekan untuk mengetahui, apakah berkas Sambo Cs dinyatakan lengkap atau masih ada yang perlu dilengkapi sehingga harus dikembalikan ke penyidik. Jika lengkap alias P-21, artinya babak baru kasus Sambo Cs akan memasuki persidangan.

Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah [fik]