Babel potensial kembangkan industri panel surya

Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengatakan provinsi itu memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan industri pembuatan panel surya.

"Daerah ini memiliki kekayaan pasir kuarsa berkualitas sangat bagus untuk diolah dijadikan berbagai produk, seperti kaca, gelas dan panel surya," katanya di Mentok, Selasa.

Menurut dia, potensi Babel untuk menjadi lokasi pengolahan pasir kuarsa sangat terbuka dan bahkan dalam beberapa waktu terakhir sudah banyak pengusaha yang membahas sektor ini.

"Jadi jika sekarang banyak yang membahas isu transisi energi dari yang sekarang banyak menggunakan bahan bakar berbasis fosil sebagai bahan baku, kita akan mendukung dengan menyediakan panel surya," katanya.

Ridwan mengatakan, potensi sumber daya alam berupa pasir kuarsa ini sangat melimpah di seluruh kabupaten di Babel dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat sekaligus dalam upaya membangkitkan perekonomian daerah.

Dengan adanya pertumbuhan industri pengolahan di bangka Belitung diharapkan akan membuka banyak lapangan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Selain menyediakan banyak lapangan pekerjaan, pola pembangunan industri ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Kami mohon kerja sama dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar berbagai program yang disusun pemerintah tersebut dapat dilaksanakan dengan baik," kata dia.

Untuk lokasi pengembangan industri, Kabupaten Bangka Barat saat ini memiliki pelabuhan baru, yaitu Pelabuhan Tanjungular, yang didukung dengan ketersediaan lahan cukup luas yang disiapkan untuk kawasan industri.

Posisi pelabuhan Tanjungular berada di Selat Bangka, jalur pelayaran keluar masuk kapal ekspor impor. Jalur ini memiliki posisi penting sebagai rantai pasok global yang ke depan akan dimanfaatkan Pemprov Babel.

"Potensi itu harus dimanfaatkan. Nanti setelah Pelabuhan Tanjungular beroperasi akan dilihat kembali kelanjutan program industrialisasi," katanya.

Baca juga: Kemenperin bidik TKDN industri panel surya capai 90 persen tahun 2025
Baca juga: Tingkatkan bauran EBT, ESDM dorong industri gunakan panel surya
Baca juga: Mahasiswa FTUI gagas panel surya gulung dari limbah plastik