Baca Quran dengan Metode Al-Barqy

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dewan Keluarga Masjid (DKM) Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat mengadakan Diklat Baca Al-Quran dengan metode Al-Barqy, Senin (30/7/2012). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Acara yang berlangsung di ruang multimedia Masjid PUSDAI Jawa Barat ini diikuti oleh 35 orang peserta.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Semarak Ramadan 1433 H yang digelar DKM PUSDAI Jawa Barat. Koordinator Unit Taklim DKM PUSDAI, Rachmat Alamsyah SAg mengatakan acara yang digelarnya bertujuan memperkenalkan metode Al-Barqy dalam belajar membaca Al-Quran.
"Metode ini sudah ada sejak tahun 1965 dan baru sekarang  mulai dikenal secara luas," kata Rachmat, Senin siang kemarin.

Diklat yang diberikan  terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama merupakan sesi pengenalan mengenai sistem belajar Al-Quran dengan metode Al-Barqy. Dalam sesi ini peserta diajarkan dasar dari metode Al-Barqy dan beberapa tips dalam praktik di lapangan.

Sesi kedua diisi dengan praktik pelatihan untuk para peserta diklat untuk dapat mengajarkan metode Al-Barqy. Dalam sesi ini peserta tidak lagi menjadi peserta tetapi juga menjadi pengajar metode Al-Barqy.

Acara yang berlangsung pada hari Senin (30/7/2012) ini berlangsung tidak begitu formal seperti diklat atau seminar yang biasanya. Dalam penyampaian pengajaran sesekali candaan dikeluarkan oleh Rachmat yang juga berperan sebagai pembicara.

Metode Al-Barqy yang diajarkan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode yang lain. "Dalam metode Al-Barqy ini alat bantu pengajarannya lengkap dan yang lebih penting lagi metode ini sesuai dengan pemahaman quantum learning," ujar Rachmat.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.