Bacaan Doa Sambut Malam Nuzulul Qur’an dan Amalan yang Dianjurkan, Ini Keistimewaannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Bacaan doa menyambut malam Nuzulul Qur’an ada tiga yang bisa dipanjatkan. Paling utama adalah doa agar mendapat syafaat dari Al-Qur’an. Kemudian doa memohon ampunan untuk kedua orang tua dan memohon ampunan untuk diri sendiri.

Malam Nuzulul Qur’an adalah malam pertama kali Kitab suci Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW. Momen istimewa ini jatuh tepat di malam ke-17 Ramadan. Inilah yang membuat bacaan doa menyambut malam Nuzulul Qur’an wajib diketahui dan diamalkan.

Di malam ke-17 Ramadan ini, memperbanyak bacaan doa menyambut malam Nuzulul Qur’an adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain itu menunaikan iktikaf, salat malam, membaca Al-Qur’an seperti tadarusan atau khataman, dan zikir bisa dijadikan pelengkapnya.

Berikut Liputan6.com ulas bacaan doa menyambut malam Nuzulul Qur’an dari berbagai sumber, Rabu (21/4/2021).

Nuzulul Qur’an

Ilustrasi Al-Qur'an. (Photo by Anis Coquelet on Unsplash)
Ilustrasi Al-Qur'an. (Photo by Anis Coquelet on Unsplash)

Malam Nuzulul Qur’an merupakan malam di mana pertama kali kitab suci Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Malam tersebut jatuh pada malam ke-17 Ramadan.

Di malam ini, malaikat jibril mengirimkan wahyu kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Ini yang menjadikannya sebagai peristiwa dan sejarah besar bagi seluruh umat muslim.

Dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 185 diterangkan dengan jelas bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan. Mengenai hal ini hampir semua ulama memiliki kesepakatan yang sama.

Ini yang membuat setiap tanggal 17 Ramadan merupakan momen penting dalam sejarah Islam, selain hari berlangsungnya perang Badar. Juga merupakan waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril.

Adapun surat pertama yang diturunkan adalah Al-Alaq. Begitulah seterusnya Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur hingga yang terakhir adalah ayat dari surat Al-Maidah selama kurun waktu 22 Tahun 2 bulan 22 hari.

Perbedaan Pendapat Ulama

Meski banyak yang bersepakat, beberapa di antaranya ada yang memiliki perbedaan pendapat mengenai tanggal turunnya Al-Qur’an di bulan Ramadan ini. Imam Ibnu Ishaq berpendapat bahwa tanggal turunnya Al-Qur’an adalah tanggal 17 Ramadan pada tahun 41 dari kelahiran Rasulullah saw.

Hal ini berdasar pada Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 41:

“Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Hari bertempurnya kedua golongan itu adalah antara kaum muslimin dengan musyrikin, yaitu hari perang Badar tanggal 17 Ramadan tahun 2 Hijriah.

Mengenai hal ini Imam Thabari menjelaskan dengan sanad dari Hasan bin Ali:

“Malam al-Furqan (malam diturunkannya Al-Qur’an) adalah bertepatan hari pertempuran dua golongan yaitu tanggal 17 Ramadan.”

Bacaan Doa Menyambut Nuzulul Qur’an

Ilustrasi Berdoa. (Sumber Foto: Pixabay)
Ilustrasi Berdoa. (Sumber Foto: Pixabay)

Ada banyak bacaan doa menyambut Nuzulul Qur’an yang dapat diamalkan. Tak hanya doa menyambut Nuzulul Qur’an tetapi di malam ini, zikir hingga lantunan ayat suci Al-Qur’an ikut menggema. Berikut ini doa menyambut Nuzulul Qur’an yang bisa diamalkan:

Doa Menyambut Nuzulul Qur’an dengan Memohon Syafaat

Allaahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur aan, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur aan, wa hassin a’maalanaa bi dzikril qur aan, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur aan, wa adkhilnal jannata bi syafaa’til qur aan.

Artinya:

"Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Al-Qur’an, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Al-Qur’an, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafa’at Al-Qur’an."

Doa Menyambut Nuzulul Qur’an dengan Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua

Allahummagfir Lii Wa Liwaalidayya Arhamhumaa Kamaa Robbayaanii Shoghiiroo

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tua ku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku semenjak kecil.”

Doa Menyambut Nuzulul Qur’an dengan Memohon Ampunan untuk Diri Sendiri

Allahumma Innaka 'aufuwwun Tuhibbul 'Afwa fa'fu'anni

Artinya:

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.”

Keistimewaan Malam Nuzulul Qur’an

Di malam Nuzulul Qur’an terdapat beberapa keistimewaan yang bisa diperoleh oleh umat Islam. Salah satunya mendapatkan pahala dan kemuliaan yang berlimpah. Alih-alih berdiam diri di rumah, lebih baik memperbanyak bacaan Al-Qur’an.

Hikmah membaca Al-Qur’an di malam Nuzulul Qur’an adalah mendapatkan pahala serta syafaatnya di hari kiamat. Dari Abu Umamah Al Bahili ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an. Sesungguhnya Al-Qur’an kelak akan datang pada Hari Kiamat untuk memberikan Syafa’at kepada penganutnya.” (Hadist Riwayat Muslim)

Lalu dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam Kitabullah (Al-Qur’an) maka ia akan memperoleh 1 kebaikan. Satu kebaikan itu nantinya akan dibalas dengan 10 kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim Satu Huruf, tetapi alif Satu Huruf, Lam satu huruf dan mim satu huruf”. (Hadist Riwayat Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Al-Qur’an merupakan cahaya dan petunjuk yang telah dijelaskan dalam firman Allah SWT, Surat Asy Syura ayat 52:

“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu Wahyu (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu. Namun kamu menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

Amalan di Malam Nuzulul Qur’an

Pria Muslim dengan mengenakan masker saat membaca Alquran saat beritikaf di Masjid Agung Faisal di Islamabad, Pakistan, Kamis (14/5/2020). Itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (Aamir QURESHI/AFP)
Pria Muslim dengan mengenakan masker saat membaca Alquran saat beritikaf di Masjid Agung Faisal di Islamabad, Pakistan, Kamis (14/5/2020). Itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. (Aamir QURESHI/AFP)

Istiqamah Membaca Al-Qur’an

Amalan malam Nuzulul Qur’an yang pertama yakni istiqomah. Tentu saja, sebagai umat Islam, kalian harus mengisi malam Nuzulul Qur’an dengan amalan-amalan baik. Salah satunya dengan istiqomah membaca Al-Qur’an.

Banyak Salat Malam

Memperbanyak salat malam merupakan amalan malam Nuzulul Qur’an yang sangat dianjurkan. Untuk melakukan salat malam, tidur terlebih dahulu setelah menunaikan salat tarawih dan tadarusan. Menunaikannya akan membuat seorang hamba lebih dekat kepada Allah SWT dan memaknai Nuzulul Qur’an sebagai hari terpenting.

Iktikaf

Iktikaf merupakan amalan malam Nuzulul Qur’an yang bisa dilakukan selanjutnya. Layaknya amalan malam Lailatul Qadar, saat Nuzulul Qur’an umat muslim bisa melakukan iktikaf. Iktikaf merupakan berdiam di dalam masjid atau rumah dengan syarat tertentu dan niat beribadah semata-mata hanya untuk Allah SWT.

Banyak Berdoa

Amalan malam Nuzulul Qur’an yang bisa kalian lakukan terakhir adalah perbanyak bacaan doa. Menunaikannya akan membuat seseorang bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak hanya itu, memperbanyak bacaan doa menyambut malam Nuzulul Qur’an, bisa membuat setiap hamba lebih menghayati betapa pentingnya Nuzulul Qur’an.