Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia, Lengkap Arti dan Tata Caranya

·Bacaan 9 menit

Liputan6.com, Jakarta Memanjatkan doa untuk orang meninggal dunia adalah wajib terutama bagi sesama umat muslim. Imam Muslim meriwayatkan hadis yang menyatakan, sesungguhnya bila manusia meninggal dunia terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan doa anak saleh.

Meski dijelaskan bacaan doa untuk orang meninggal dunia diutamakan dari sang anak atau keluarga, tetapi sebagai teman, sahabat, atau sesama muslim juga dianjurkan berdoa. Tujuan dari setiap bacaan doa untuk orang meninggal dunia adalah memohonkan ampun untuk sang jenazah agar amal ibadahnya diterima, diampuni dosa-dosanya, dan ditempatkan di sisi terbaik-Nya.

Akan tetapi bagi yang merasa masih kesulitan menghafal dan memanjatkan khusus bacaan doa untuk orang meninggal dunia, maka boleh berdoa dengan semampunya. Imam Muslim meriwayatkan hadis dalam kitab Al-Adzkar an-Nawawi tentang selalu berkata yang baik bila menyaksikan orang sakit atau meninggal dunia.

"Dari Ummu Salamah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik. Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan." (HR. Muslim)

Berikut Liputan6.com ulas bacaan doa untuk orang meninggal dunia dan artinya dari berbagai sumber, Jumat (28/5/2021).

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia saat Mendengar Kabar Duka

Ilustrasi kematian. (Photo by Suzy Turbenson on Unsplash)
Ilustrasi kematian. (Photo by Suzy Turbenson on Unsplash)

Bacaan doa untuk orang meninggal dunia yang pertama adalah saat baru mendengar pengumuman atau mendapat kabar duka. Kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak bisa diubah. Berikut bacaan doa saat mendengar kabar duka:

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu 'indaka fil muhsinin, waj'al kitabahu fi 'illiyyiin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba'dahu.

Arti bacaan doa untuk orang meninggal dunia:

"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di 'illiyyin. Gantilah ia di keluarganya dari orang-orang yang menginggalkan. Janganlah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya."

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com
Ilustrasi Berdoa. Credit: freepik.com

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia Laki-Laki

Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’ madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Arti bacaan doa untuk orang meninggal dunia:

"Yaa Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia Perempuan

Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Arti bacaan doa untuk orang meninggal dunia:

"Yaa Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi Membaca Doa. Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca Doa. Credit: freepik.com

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia Khusus Ulama’ atau Tokoh Ternama

Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Ulama’ maupun tokoh merupakan teladan bagi semua orang, mereka telah meninggalkan ilmu bermanfaat. Bila ada Ulama’ atau tokoh ternama yang meninggal dunia dianjurkan untuk membaca doa khusus. Berikut bacaan doa untuk orang meninggal dunia khusus Ulama’ atau tokoh ternama:

Man kana ya'budu Muhammadan, fa inna Muhammadan qad mata. Wa man kana ya'budullaha fa innallaha hayyun la yamutu.

Arti bacaan doa untuk orang meninggal dunia:

"Siapa yang menyembah Muhammad, sungguh Muhammad telah wafat. Siapa yang menyembah Allah, ketahuilah bahwa Allah Zat Yang Hidup Takkan Mati."

Saat membaca doa untuk orang meninggal dunia tersebut, lafal muhammadan diganti dengan nama ulama atau tokoh yang meninggal dunia.

Bacaan Doa untuk Orang Meninggal Dunia Khusus Orang Tua

Membaca doa untuk kedua orang tua tetap harus dipanjatkan meski beliau sudah meninggal dunia. Sesungguhnya bila manusia meninggal, terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yakni amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan doa anak saleh. Penjelasan tersebut sesuai dengan hadis riwayat Imam Muslim. Berikut bacaan doa untuk orang meninggal dunia:

Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghira.

Arti bacaan doa untuk orang meninggal dunia:

"Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."

Tata Cara Salat Jenazah

Ilustrasi kematian. (Photo by Quick PS on Unsplash)
Ilustrasi kematian. (Photo by Quick PS on Unsplash)

Orang yang Paling Berhak Menunaikan Tata Cara Salat Jenazah

1. Orang yang diwasiyatkan dengan syarat, orang tersebut bukan orang fasik atau ahli bidah

2. Ulama atau pemimpin agama

3. Orang tua dari jenazah tersebut

4. Anak-anak jenazah ke bawah

5. Keluarga terdekat

6. Kaum Muslimim

Rukun Tata Cara Salat Jenazah

1. Niat

2. Berdiri bagi yang mampu

3. Empat kali takbir

4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama

5. Membaca surat Al-Fatihah

6. Membaca sholawat Nabi

7. Berdoa untuk jenazah

8. Salam

Bacaan Tata Cara Salat Jenazah

1. Niat

Bacaan niat tata cara salat jenazah laki-laki:

Usholli 'alaa haadzihil mayyiti arba'a takbiratatin fardhol kifayaatai ma'muuman lillahi ta'aala.

Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat tata cara salat jenazah perempuan:

Usholli 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiratatin fardhol kifayaatai ma'muuman lillahi ta'aala

Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

2. Takbir pertama membaca Surat Al-Fatihah

3. Takbir kedua membaca selawat

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

4. Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah

Doa untuk jenazah laki-laki:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu

Doa untuk jenazah perempuan:

Allahummagh firlahaa waa warhamhaa wa'aafihaa wa'fuanhaa.

5. Takbir keempat

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

6. Salam ke kanan dan ke kiri dalam posisi berdiri

Tata Cara Salat Gaib

Ilustrasi kematian. (Photo by Gabe Pierce on Unsplash)
Ilustrasi kematian. (Photo by Gabe Pierce on Unsplash)

1. Membaca niat

Jenazah laki-Laki

- Sebagai imam:

Ushalli alal mayyiti (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta'ala.

Artinya:

“Saya niat salat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam karena Allah ta'ala.”

- Sebagai makmum:

Ushalli alal mayyiti (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati ma'muuman lillahi ta'ala.

Artinya:

“Saya niat salat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum karena Allah ta'ala.”

Jenazah perempuan

- Sebagai imam:

Ushalli alal mayyitati (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati imaaman lillahi ta'ala.

Artinya:

“Saya niat salat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi imam karena Allah ta'ala.”

- Sebagai makmum:

Ushalli alal mayyitati (sebutkan nama jenazah) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifaayati ma'muuman lillahi ta'ala.

Artinya:

“Saya niat salat gaib atas mayit (nama jenazah) dengan empat kali takbir menjadi makmum karena Allah ta'ala.”

Jenazah Tidak Diketahui Identitasnya

- Sebagai imam:

Usholli ala man shola alaihi arba'a takbiroti fardhol kifayati imaaman lillahi ta'ala.

Artinya:

“Saya niat salat gaib sebagai imam atas mayit yang disalati dengan empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala.”

- Sebagai makmum:

Usholli ala man shola alaihi arba'a takbiroti fardhol kifayati ma'muuman lillahi ta'ala.

Artinya:

“Saya niat salat gaib sebagai makmum atas mayit yang disalati dengan empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah ta'ala.”

2. Berdiri bila mampu

3. Takbiratul ihram

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Takbir kedua

6. Membaca sholawat

Allohumma sholli alaa sayyidinaa muhamma wa alaa ali sayyidinaa Muhammad, kama sholaita alaa sayyidina ibrohim wa alaa sayyidina ibrohim, wa barik alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa ali sayyidina Muhammad, kama barakta alaa sayyidina ibrohim wa alaa ali sayyidina ibrohim, fil alaaminaa innaka hamiidum majiid.

Artinya:

“Ya Allah, Limpahkanlah rahmatmu kepada Nabi Muhammad. Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau telah beri berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Bahwasanya Engkau Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

7. Takbir ketiga

Pada takbir ketiga, dibacakan doa yang ditujukan bagi jenazah. Namun, doa tersebut berbeda antara laki-laki dengan perempuan. Berikut doa untuk jenazah tersebut:

- Untuk jenazah laki-laki

Allaahummaghfir la-hu warham-hu wa'afi-hi wa'fu ‘an-hu, wa akrim nuzuula-hu, wawassi' madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-I wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-hu minal danasi, wa abdil-hu daaran khairan min daari-hi, wa ahlan khairan min ahli-hi, wa zaujan khairan min zau-ji-hi, waqi-hi fitnatal qabri wa'adzaban naari.

Artinya:

“Ya Allah, Ampunilah dia (laki-laki) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada istrinya di dunia, dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

- Untuk jenazah perempuan

Allahummaghfirla-haa warham-haa wa'afi-haa wa'fu ‘an-haa, wa akrim nuzuula-haa, wawassi' madkhola-haa, waghsil-haa bil maa-I wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-haa minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-haa minal danasi, wa abdil-haa daaran khairan min daari-haa, wa ahlan khairan min ahli-haa, wa zaujan khairan min zau-ji-haa, waqi-haa fitnatal qabri wa'adzaban naari.

Artinya:

“Ya Allah, Ampunilah dia berilah rahmat kepadanya selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga (suami di surga) yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, suami yang lebih baik daripada suaminya, dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

8. Takbir keempat

Pada takbir keempat, dilakukan pembacaan doa untuk jenazah. Doa yang dipanjatkan berbeda antara jenazah laki-laki dan perempuan. Berikut bunyi dan artinya:

- Untuk jenazah laki-laki

Allahumma laa tahrimnaa ajro-hu walaa taftinaa ba'da-hu wghfi lanaa wa la-hu wa li ikhwanina ladzina sabaqquuna bil imaani wa la taj'al fi quluubina gilal liladzina amanuu robbana innaka rouufur rohiim.

- Untuk jenazah perempuan

Allahumma laa tahrimnaa ajro-haa walaa taftinaa ba'da-haa wghfi lanaa wa la-haa wa li ikhwanina ladzina sabaqquuna bil imaani wa la taj'al fi qulubina gilal liladzina amanuu robbana innaka rouufur rohiim.

Artinya:

“Ya Allah, Janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya serta ampunilah kami dan dia, dan juga bagi saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

9. Mengucapkan salam

Rangkaian tata cara salat gaib sudah selesai. Dengan begitu kewajiban sebagai umat Islam juga sudah dilaksanakan. Semoga bermanfaat.

Bacaan Doa Ziarah Kubur

Warga berziarah dengan latar belakang pemakaman korban Covid-19 di TPU Srengseng Sawah 2, Jagakarsa, Jakarta, Senin (17/5/2021). Hari ini seluruh TPU di wilayah DKI dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan seperti pembatasan pengunjung dan waktu berziarah. (merdeka.com/Arie Basuki)
Warga berziarah dengan latar belakang pemakaman korban Covid-19 di TPU Srengseng Sawah 2, Jagakarsa, Jakarta, Senin (17/5/2021). Hari ini seluruh TPU di wilayah DKI dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan seperti pembatasan pengunjung dan waktu berziarah. (merdeka.com/Arie Basuki)

A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.

Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.

Artinya:

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada', orang-orang shalih, para sahabat, para tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.

Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."