Bacaan Niat Puasa Ramadan dan Cerita UAS Soal Hebatnya Imsak

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bulan puasa adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia. Diperkirakan untuk tahun ini 1 Ramadan 1442 H jatuh pada Hari Selasa tanggal 13 April 2021.

Pengertian puasa Ramadan menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu.

Puasa Ramadan adalah wajib hukumnya, dimana hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban manusia kepada penciptanya secara langsung serta kegiatan yang menyangkut hablum minallah.

Sebelum menjalankan ibadah puasa wajib, umat muslim hendaknya mengucap doa niat berpuasa yang ditujukan untuk Allah SWT. Berikut bacaan niat bulan puasa Ramadan beserta artinya:

Nawaitu saumagadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihissanati lillahita'ala

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala”.

Niat puasa ramadhan tersebut biasanya dibaca setelah tarawih atau malam hari sebelum tidur. Atau bisa juga dibaca saat hendak menyantap makanan sahur.

"Maka setelah tarawih niat, bagus. Ada Pak Ustaz niatnya satu bulan di malam pertama ramadan itu aku berniat untuk satu bulan karna Allah ta'ala nasab maliki yang membolehkan niat satu bulan untuk sepaket sekali hanya satu mazhab Maliki saja, adapun Syafii Hanafi Hamdani niatnya mesti setiap malam. Saya pakai yang hamdani boleh, saya pakai yang Syafii boleh," kata Ustaz Abdul Somad dalam Youtube Channel Ustadz Menjawab.

"Selama belum terbit fajar, boleh makan, boleh minum, jam berapa terbit fajar sekarang? jam 4.55" tambahnya.

Selanjutnya, selain niat berpuasa, waktu imsak juga harus diperhatikan. Imsak di sini dimaksudkan sebagai batas waktu untuk umat Islam makan atau minum, dan memulai puasa. Waktu imsak ini biasanya mendekati waktu adzan subuh berkumandang, hanya berjarak beberapa menit saja.

"Saya baru tahu hebatnya imsak setelah sampai ke negeri yang tidak pakai imsak. 50 ayat sebelum adzan subuh, 10 menit biasanya, kalau adzan 4.45 maka 4.35 maka bersih. tapi pahami bahwa imsak bukan lampu merah tapi lampu kuning. Apa makna lampu kuning? Kalau keadaan normal berhentilah tapi kalau terlambat gas lah sekencang kencangnya." kata Ustaz Abdul Somad.

UAS pun mengatakan, ada banyak hikmah yang disa dipetik dari puasa Ramadan. Mulai dari melatih kesabaran untuk menahan nafsu dan puasa, juga mempengaruhi kondisi fisik menjadi lebih sehat. Selain itu, puasa juga meningkatkan ketakwaan seseorang yang menjalankannya, membersihkan atau menghapus dosa-dosa, dan mengajarkan orang untuk embiasakan diri hidup hemat.

Laporan: Aufa Prasya Namyra