Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Ketahui Tata Cara dan Keutamaannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Puasa Senin Kamis adalah satu di antara amalan puasa sunah, yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. Sebagai puasa sunah, puasa Senin Kamis bisa dijadikan umat Islam sebagai amalan andalan untuk mendapat pahala dan rida dari Allah SWT

Dalam Islam, Senin adalah satu di antara hari yang mempunyai begitu banyak keberkahan. Banyak peristiwa penting yang terjadi di hari Senin, satu di antaranya yakni kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW diketahui terbiasa melakukan puasa di hari Senin. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menyebut hari Senin dan Kamis adalah hari diangkatnya amalan.

Meski termasuk puasa sunah, tata cara dan pelaksanaan puasa Senin Kamis tidak banyak berbeda dengan puasa Ramadan.

Adapun yang membedakannya adalah terkait niat puasa Senin Kamis. Berbeda dengan puasa Ramadan, niat puasa Senin Kamis boleh dilafalkan di waktu malam atau saat fajar terbit.

Berikut ini bacaan niat puasa Senin Kamis beserta tata cara dan keutamannya, seperti disadur dari Dream, Minggu (1/8/2021).

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis

Ilustrasi Islami. (Photo by Rayn L on Pexels)
Ilustrasi Islami. (Photo by Rayn L on Pexels)

Niat Puasa Senin Kamis

1. نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi taaalaa

Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Taala"

2. نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi taaalaa

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Taala."

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Ilustrasi ucapan tahun baru Islam (Photo by Khusen Rustamov on Pixabay)
Ilustrasi ucapan tahun baru Islam (Photo by Khusen Rustamov on Pixabay)

Setelah mengetahui niat Puasa Senin Kamis, perlu diketahui juga tata caranya. Tata cara Puasa Senin Kamis tidak jauh berbeda dengan Puasa Ramadan, yaitu:

1. Membaca Niat

Niat Puasa Senin Kamis sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum terbit fajar. Namun, karena ini adalah puasa sunah, jika terlupa, boleh niat di pagi hari asalkan belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apa pun yang membatalkan puasa.

2. Makan Sahur

Makan sahur merupakan satu di antara sunah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun, jika tidak dilakukan, misalnya karena bangunnya terlambat, puasanya tetap sah.

3. Menahan Diri dari yang Membatalkan Puasa

Menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain makan, minum, berhubungan dengan istri, dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa.

Waktunya dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Orang yang sedang puasa juga dianjurkan untuk menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa, antara lain bohong, ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan.

4. Berbuka

Buka puasa bisa dilakukan ketika matahari terbenam, yaitu saat masuknya waktu salat Maghrib. Menyegerakan buka puasa merupakan satu di antara sunah puasa.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

ilustrasi masjid. (sumber: Pixabay)
ilustrasi masjid. (sumber: Pixabay)

1. Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Anjuran melaksanakan puasa Senin Kamis adalah pada hari Senin, Rasulullah SAW dilahirkan. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu 'anhu.

Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, beliau lantas menjawab:

"Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." - (HR. Muslim)

2. Hari Diperiksa Amalan

Keutamaan dari puasa Senin Kamis yaitu kedua hari tersebut adalah hari diperiksanya amalan oleh malaikat. Sesuai dengan hadis berikut:

Dari Abu Hurrairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,

" Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa." (HR. Tirmidzi)

3. Pintu Surga Dibuka

Keutamaan yang tak kalah luar biasa adalah pada hari Senin dan Kamis, pintu-pintu surga dibuka. Dari Abu Harrairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,

" Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, 'Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai'." (HR. Muslim)

4. Disediakan Surga bagi Orang yang Rajin Puasa

Allah SWT menyediakan surga Ar-Rayyan yang dikhususkan bagi hambanya yang rajin berpuasa senin-kamis.

"Sesungguhnya di Surga ada satu pintu yang namanya 'Ar-Rayyan' yang akan dimasuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari Kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Di katakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? Maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka. Jika mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi." (HR. Bukhori dan Muslim)

5. Hari Rasulullah Sering Safar

Hari Kamis merupakan hari di mana Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam sering perjalanan (safar). Hal ini tercantum dalam hadis-hadis berikut ini:

Dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu pernah mengatakan,

"Sangat jarang Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis." - (HR. Al-Bukhari)

Ka’ab bin Malik Radhiyallahu anhu juga pernah mengatakan,

"Bahwa Nabi Sholallahu 'alaihi wasallam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (memang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis." - (HR. Al-Bukhari)

Disadur dari: Dream.co.id (Reporter: Syahidah Izzata Sabiila. Published: 19/5/2020)

Dapatkan artikel cara dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel