Bacok Kelingking Aiptu Dwi, Pimpinan Geng Motor Enjoi MBR Minta Maaf

Bayu Nugraha, Willibrodus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pimpinan geng motor Enjoi MBR (Muara Baru), RD (22) mengaku menyesal karena telah melukai Anggota Polsek Metro Menteng Aiptu Dwi Handoko saat dibubarkan di Jalan Jalan Raya Proklamasi, Kelurahaan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. RD pun meminta maaf dihadapan polisi di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

"Saya Rendi ingin minta maaf ke Aiptu Dwi, karena saya sudah melukai tangannya atau jarinya. Saya sangat menyesal," kata RD dengan kepala tertunduk dihadapan Kapolsek Metro Menteng AKBP Iver Son Manossoh, Kamis 4 Maret 2021.

RD mengaku, dirinya mengetahui bahwa yang diserangnya adalah aparat kepolisian. Selain itu RD mengaku baru sebulan terakhir tergabung dalam geng motor tersebut.

Kendati beraksi sembari membawa celurit, RD mengaku tujuannya ikut geng motor hanya untuk jalan-jalan. "Saya ikut geng motor hanya untuk jalan-jalan saja," ujarnya.

Sebelumnya, Aiptu Dwi Handoko, anggota Polsek Menteng, dibacok oleh gerombolan geng motor di Jalan Proklamasi, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Februari 2021, sekitar pukul 04.30 WIB. Geng motor yang datang dengan 25 sepeda motor itu diketahui sempat menyerang warga di lokasi kejadian.

Adapun Apitu Dwi dibacok setelah berupaya menghentikan serangan geng motor itu kepada warga. Tepatnya ketika dia merebut celurit yang dibawa pelaku. Akibatnya kelingking pada tangan kiri Aiptu Dwi mendapat luka bacokan.

Tiga hari usai kejadian, tepatnya Rabu kemarin, 3 Maret 2021, aparat Polsek Metro Menteng berhasil menangkap pria berinisial RA dan LO. Kedua orang yang merupakan pimpinan geng motor tersebut beralamat di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kedua pelaku ini telah ditetapkan sebagai tersanka dan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 1951 tentang senjata tajam juncto Pasal 170 KUHP. Ancamannya maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga: Geng Motor Enjoi MBR Pesta Miras di Muara Baru Sebelum Bacok Polisi