Bacok Pengemudi Ojol dan Rampas Motor, Empat Begal Sadis di Tangerang Dibekuk

Merdeka.com - Merdeka.com - Empat begal sadis berinisial YP, AA, ADS, dan DAI, ditangkap tim dari Polsek Panongan, Tangerang. Kawanan ini diringkus setelah melukai dan merampok pengemudi ojek online (ojol) di Kampung Cukanggalih, Desa Ciakar, dekat Vihara Cagasasana, Kabupaten Tangerang, pada 17 Oktober 2022 lalu.

Kapolsek Panongan Iptu Syamsul Bahri mengungkapkan, keempat begal menyerang dan merampas sepeda motor ketika korban mengantar paket pesanan makanan.

"Korban pengemudi ojol berinisial HG, mengalami luka bacok serius setelah sempat berupaya melawan pelaku yang akan mencuri sepeda motor korban saat korban akan mengantar paket makanan pelanggan," ungkap Syamsul, Selasa (1/11).

Korban Luka di Kepala dan Tangan

Syamsul menerangkan, berdasarkan keterangan korban HG, aksi pencurian dengan kekerasan itu menyebabkan pengemudi ojol itu terluka di bagian kepala dan tangan akibat bacokan senjata tajam.

"Korban ini di bacok di bagian kepala dan tangan. Saat akan mencuri motor korban, sepeda motor pelaku memepet motor korban oleh pelaku inisial YP dan DAI, keduanya mengendarai motor," ungkap Syamsul.

Saat sudah dekat, motor korban hendak diambil paksa pelaku. Namun korban berupaya melawan hingga akhirnya kedua pelaku membacok korban.

"Korban yang lengah, karena terluka dimanfaatkan para pelaku. Di sana, keduanya langsung mengambil motor korban dengan bantuan rekannya yang lain inisial AA," jelas Syamsul.

AA langsung membawa motor korban dan melarikan diri ke jalur yang sebelumnya sudah dipetakan ADS. Dia diikuti dua pelaku YP dan DAI.

"Saat itu korban ditolong warga dan petugas. Langsung dilarikan ke rumah sakit untuk tindak lanjut. Dan kami langsung memproses kejadian ini. Hingga akhirnya, kami berhasil mengamankan mereka di lokasi terpisah," jelas Syamsul.

Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara

Dari para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, berupa sebilah senjata tajam buatan jenis samurai yang digunakan para pelaku untuk menganiaya korban, dan 12 unit kendaraan roda dua.

"Kendaraan kita amankan sebanyak 12 unit dari tersangka DN yang merupakan penadah," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara. [yan]