Badai DP Tak Pengaruhi Penjualan Toyota

OTOSIA.COM - Sepanjang 2012 Toyota membukukan rekor penjualan sebanyak 405.414 unit atau tumbuh 30,5 persen dibandingkan dengan 2011. Pencapaian ini diraih berkat pertumbuhan penjualan di semua segmen, termasuk kendaraan niaga.

Seperti diprediksi sebelumnya, imbas badai kenaikan uang muka tidak berdampak besar bagi penjualan kendaraan komersial. Tahun lalu penjualan Toyota di segmen ini cukup menggembirakan.

Sepanjang 2012, Toyota mengalami pertumbuhan penjualan di semua segmen, termasuk kelas pick up, kendaraan 2 ton, maupun commercial van. Segmen pick up yang diwakili Toyota Hilux tumbuh 50,7 persen dengan total penjualan 12.580 unit.

Adapun kendaraan niaga 2 ton, Toyota Dyna, membukukan penjualan total 23.079 unit atau tumbuh 35,4 persen dibandingkan dengan 2011. Sementara itu, commercial van Toyota HiAce yang baru diluncurkan pada kuartal IV 2012, mendapatkan respon positif dari pasar dengan torehan penjualan 560 unit.

Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), menyebutkan, tahun lalu merupakan salah satu tahun yang penuh tantangan bagi pasar otomotif nasional maupun Toyota. Hal itu dikarenakan adanya sejumlah faktor yang sempat dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pertumbuhan, seperti kebijakan terkait dengan down payment (DP) dan wacana pembatasan BBM.

"Selain berkat kepercayaan dan kesetiaan para pelanggan, pertumbuhan penjualan Toyota maupun pasar otomotif secara nasional, juga tidak terlepas dari kinerja pemerintah yang mampu menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri," tutup Johnny.

(kpl/nzr/vin)

Baca juga:

TUCUXI HARUSNYA MENCONTOH UJI COBA ESEMKA

7 MOBIL YANG LEBIH '+++' DARI FERRARI DAHLAN

MITSUBISHI OUTLANDER HYBRID 2013

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.