Badai Eta mendarat di Florida Keys usai menghantam Kuba

·Bacaan 2 menit

Miami (AFP) - Badai Tropis Eta mendarat di Florida Keys pada Minggu malam dan akan menguat menjadi badai usai menghantam Kuba dan sebelumnya memotong jalur mematikan melalui Amerika Tengah dan Meksiko selatan.

Pusat Badai Nasional (NHC) Amerika Serikat memperingatkan bahwa Eta membawa "angin kencang, hujan lebat, serta gelombang badai berbahaya" di bagian selatan Florida dan Florida Keys.

Eta mendarat di Lower Matecumbe Key di Florida Keys pada pukul 23.00 waktu setempat, menurut NHC, menambahkan bahwa "badai tropis dahsyat" meniup angin dengan kecepatan maksimum 100 kilometer per jam.

Badai tropis dianggap sebagai badai jika melanda dengan kecepatan angin 74 mil per jam.

Peringatan badai dan gelombang badai dikeluarkan untuk wilayah Florida Keys, dan pengawasan gelombang badai, yang memiliki tingkat urgensi sedikit lebih rendah, diberlakukan untuk pantai selatan negara bagian tersebut.

BMKG Kuba, Insmet, melaporkan pendaratan Eta sebelumnya. Badai tersebut menghantam kepulauan Jardines del Rey, namun televisi pemerintah melaporkan bahwa 600 turis asing yang sedang berlibur di sana aman.

Hujan deras dilaporkan terjadi di bagian timur Kuba, di mana otoritas berhasil mengevakuasi ribuan korban banjir.

Presiden Miguel Diaz-Canel mengelar rapat darurat, dan "tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan pada rumah yang dilaporkan," menurut media pemerintah.

Sebelum badai tiba, 74.000 orang berhasil dievakuasi, dengan 8.000 orang di antaranya ditempatkan di pengungsian, menurut laporan itu.

Gubernur Florida, Ron DeSantis, mengumumkan status darurat di wilayah selatan Florida pada Sabtu, bahkan ketika warga di tengah hujan memprotes atau merayakan kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS.

Florida Keys akan menutup sekolah pada Senin. Sementara, lokasi pengujian COVID-19 ditutup sementara dan pihak berwenang membuka tempat penampungan serta mulai membagikan karung berisi pasir kepada warga guna mengantisipasi banjir.

Eta mengamuk di Nikaragua pada Selasa sebagai badai dahsyat sebelum kehilangan kekuatan.

Kondisi tersebut menyebabkan hujan lebat, yang mengakibatkan sekitar 200 korban tewas atau hilang di Amerika Tengah.

Negara yang paling terkena dampak Eta yakni Guatemala, dengan sekitar 150 orang hilang.

Tim SAR pada Sabtu mencari jasad warga desa adat di utara negara, yang dilanda tanah longsor.

Di Honduras, banjir besar di wilayah utara dan barat laut menewaskan 23 orang, menurut otoritas.

Hujan deras dan cuaca ekstrem terkait Eta juga telah merenggut sedikitnya 20 nyawa di negara bagian Chiapas, Meksiko selatan.