Badan Antariksa Eropa Ungkap Pelamar Astronot Tembus 22 Ribu, 257 Penyandang Disabilitas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Lebih dari 22.500 orang dikabarkan telah mendaftar untuk menjadi astronot di Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA). Sekitar 200 di antaranya adalah penyandang disablitas.

Dilaporkan, jumlah itu termasuk 1.979 pelamar astronot dari Inggris, dan 270 pelamar dari Irlandia. Selain itu, ada 257 orang yang melamar sebagai parastronot atau astronot disabilitas.

Direktur Jenderal ESA Josef Aschbacher mengatakan bahwa mereka takjub dengan banyaknya jumlah pelamar.

"Ini adalah ekspresi minat dan antusiasme yang sangat kuat yang dimiliki orang-orang di seluruh Eropa untuk luar angkasa," katanya sepeti dikutip dari New York Post, Kamis (24/6/2021).

Nantinya, sekitar empat atau enam astronot akan bergabung sebagai anggota staf permanen ESA, dan akan ada 20 orang cadangan yang tidak segera bekerja, namun tetap memiliki peluang untuk terbang.

Pertama Kalinya Buka Lowongan untuk Disabilitas

Dikutip dari Evening Standard, sekitar 5.400 atau 24 persen dari semua pelamar adalah perempuan. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2008 yang hanya 15,5 persen.

Seleksi astronot tahun 2021 sendiri merupakan pertama kalinya ESA membuka lowongan bagi astronot yang memiliki disabilitas fisik.

ESA secara khusus mencari penyandang disabilitas fisik, sebagai upaya pertama untuk menentukan adaptasi apa yang dibutuhkan stasiun luar angkasa untuk mengakomodasi mereka.

Perekrutan tahun ini dengan tujuan keberagaman ini memang menekankan "representasi semua bagian dari masyarakat."

Dilaporkan, ESA sudah menerima aplikasi dari 25 negara anggota dan anggota asosiasi, meski sebagian besar berasal dari negara-negara seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan Italia.

Para kandidat nantinya harus mengikuti enam tahap seleksi. Astronot yang terpilih nantinya akan diumumkan di akhir tahun 2022.

Dibuka Sejak Maret

Ilustrasi Astronot Bermain Game (sumber: pixabay)
Ilustrasi Astronot Bermain Game (sumber: pixabay)

Lowongan ini sendiri sudah dibuka sejak 31 Maret hingga 5 Mei 2021 lalu. Para pelamar harus berusia di bawah 50 tahun dan bergelar master di bidang ilmu alam, kedokteran, matematika, atau komputer.

Selain itu, kandidat harus memiliki tiga tahun pengalaman profesional, atau pernah bekerja di bidang sains, teknik, pilot, atau yang terkait lainnya.

Untuk penyandang disabilitas, ESA mengungkapkan persyaratan mereka juga berdasarkan kategori yang ditetapkan oleh International Paralympic Committee.

Beberapa persyaratan yang dipertimbangkan adalah mereka yang memiliki defisiensi tungkai bawah di bawah lutut atau pergelangan kaki (misalnya akibat amputasi atau defisiensi anggota tubuh bawaan), perbedaan ekstrem panjang kaki, atau tinggi di bawah 130 centimeter.

Sementara untuk disabilitas mental, dalam laman resminya, ESA mengatakan bahwa mereka "mencari individu yang secara psikologis, kognitif, teknis, dan profesional memenuhi syarat untuk menjadi astronot."

Infografis Negara Asgardia

Asgardia, Negara di Luar Angkasa
Asgardia, Negara di Luar Angkasa

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel