Badan Geologi Sebut 10 Gunung Api di Indonesia Alami Aktivitas Vulkanik

·Bacaan 2 menit
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang teramati dari Yogyakarta (7/1/2021). Jarak luncur maksimumnya 800 meter ke arah kali Krasak. (AFP/Agung Supriyanto)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melansir sebanyak 10 gunung api mengalami aktivitas vulkanik di Indonesia. Jumlah itu merupakan data terakhir yang dicatat sampai dengan bulan Desember 2020.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eko Budi Lelono, dari jumlah gunung api yang tengah beraktivitas vulkanik adalah tiga gunung api mengeluarkan awan panas dan lava yaitu Sinabung, Merapi dan Semeru. Tiga gunung api lainnya kata Eko, hanya mengeluarkan lava yaitu Soputan, Karangetang dan Gunung Api Ibu.

Eko mengatakan gunung api lainnya yang tengah mengalami aktivitas vulkanik dengan erupsi eksplosif yaitu Gunung Anak Krakatau, Dukono, Kerinci dan Raung.

“Kemudian dari sisi tingkat level dari gunung apinya, saat ini ada di Level III atau Siaga ada empat gunung api. Kemudian di Level II atau Waspada ada 16 gunung api dan Level I atau normal ada 48 gunung api. Sedangkan untuk yang Level IV atau Awas ini belum ada,” ujar Eko dalam keterangannya dari Kantor Badan Geologi Kementerian ESDM, Bandung, Rabu, 20 Januari 2021.

Sementara Berdasarkan data dari situs resmi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung api di Level III atau Siaga antara lain Gunung Merapi, Ili Lewotolok, Sinabung, Karangetang.

Untuk gunung api Level II atau Waspada yaitu Gunung Agung, Soputan, Banda Api, Bromo, Rinjani, Lokon, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Dukono dan Kerinci.

“Untuk itu kami melakukan peringatan dini, tanggap darurat, penyelidikan, pemetaan serta sosialisasi. Dan ini semua bisa dilihat langsung dengan men-download (mengunduh) website kami magma.esdm.go.id,” kata Eko.

Tingkatkan Pengawasan

Eko menjelaskan untuk meningkatkan pengawasan dan pengamatan gunung api, sebanyak lima pos dibangun di Gunung Marapi, Guntur, Slamet, Dieng dan Gunung Batur. Jumlah itu merupakan sebagian kecil pos pengamatan gunung api yang dikembangkan dari 19 pos yang dilakukan serupa.

Tujuan pengembangan pos pengamatan gunung api ini sebut Eko, untuk meningkatkan pengamatan secara akurat dan real time. Sementara total pos pengamatan gunung api yang tersebar di Indonesia mencapai 74 pos.

Saksikan video pilihan di bawah ini: