Badan Intelijen Irak Tangkap Satu Bos Penting ISIS

Liputan6.com, Baghdad - Salah satu pemimpin ISIS berhasil dibekuk. Badan Intelijen Nasional Irak (Iraqi National Intelligence Service/INIS) pada Rabu 20 Mei 2020 menyampaikan kabar penangkapan tersebut.

"Teroris bernama Abdul-Nasser Qardash, mantan kandidat yang akan menggantikan Abu Bakr al-Baghdadi (pemimpin ISIS yang tewas), telah ditangkap," demikian disampaikan INIS dalam sebuah pernyataan di akun Twitter resminya seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (21/5/2020).

Pernyataan itu tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai lokasi penangkapan atau apakah ada orang lain yang ditangkap bersamanya.

Qardash merupakan salah satu pemimpin paling penting ISIS, tetapi kelompok militan tersebut kemudian memilih Abdul-Rahman al-Mawla untuk menggantikan al-Baghdadi.

Beberapa waktu lalu, mantan rapper Inggris Abdel-Majed Abdel Bary yang selama ini dalam masa pelarian setelah berjuang untuk Negara Islam Irak dan kelompok Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) di Irak dan Suriah, telah ditangkap oleh polisi Spanyol.

Dikutip dari laman Aljazeera, Kamis 23 Maret 2020, Abdel-Majed Abdel Bary ditangkap di kota selatan Almeria, demikian disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Spanyol dan sumber keamanan Eropa.

Media Inggris mengatakan Bary dulu berkebangsaan Inggris-Mesir. Tetapi, WN Inggris tersebut setelah bergabung dengan ISIL atau ISIS.

Dia disebut oleh The Sunday Times sebagai salah satu dari empat anggota ISIL yang dijuluki "The Beatles" karena aksen Inggris mereka dalam video propaganda yang menyeramkan.

Dua tersangka lainnya ditangkap bersamanya pada hari Selasa, kata Kementerian Dalam Negeri Spanyol dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah penangkapan yang signifikan," kata sumber keamanan itu.

Sebelumnya, ia diidentifikasi sebagai putra Adel Abdel Bari, yang menjalani hukuman 25 tahun di penjara AS atas pemboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania yang menewaskan 224 orang pada tahun 1998.

Sebagai seorang rapper, ia dikenal sebagai Lyricist Jin, dan tinggal bersama ibunya di Maida Vale, London barat.

Bary muncul dalam daftar pencarian orang karena kejahatannya bersama ISIS, kata pernyataan kementerian Spanyol.

Pada tahun 2014, ia memposting foto dirinya sedang memegang kepala yang terpenggal, diberi judul "chillin'.

"Pria yang ditahan itu menghabiskan beberapa tahun di wilayah Suriah-Irak dan memperlihatkan ciri-ciri kepribadian yang aneh seperti profil kriminal yang sangat kejam yang menarik perhatian polisi dan dinas intelijen di Eropa."

Ketiga pelaku yang salah satunya adalah Bary datang ke Spanyol melalui Afrika Utara. Polisi Spanyol berusaha untuk menentukan apakah dua lainnya juga anggota ISIL.

Mereka ingin mencegat banyak dari puluhan Muslim Spanyol yang berangkat ke Suriah dan Irak untuk berperang bersama ISIL dan mungkin ingin melakukan serangan di Spanyol -- seperti pembunuhan 16 orang di Barcelona pada 2017.

Akhir Hayat Sang Pemimpin ISIS

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dikabarkan menderita luka serius setelah serangan militer Rusia 28 Mei 2017. Padahal sebelumnya, ia telah dinyatakan tewas oleh Kementerian Pertahanan Rusia. (AP)

Pada Oktober 2019 lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Pasukan Operasi Khusus AS melancarkan serangan semalaman yang menargetkan al-Baghdadi di Suriah barat laut. Dalam operasi tersebut, al-Baghdadi menghabisi nyawanya sendiri dengan meledakkan rompi bunuh diri.

Al-Baghdadi (48) yang bernama asli Ibrahim Awad al-Badri itu mengumumkan pembentukan kekhalifahan, atau yang disebut ISIS, pada Juni 2014 lalu.

Kelompok militan ekstremis itu pernah merebut sebagian besar lahan di Irak barat dan utara serta beberapa wilayah Suriah, negara tetangganya, namun kemudian dikalahkan di kedua negara tersebut.

Saksikan Juga Video Ini: