Badan Otoritas harapkan generasi muda Labuhan Bajo bantu pariwisata

Adi Lazuardi

Badan Otoritas Pariwisata Labuhan Bajo Flores mengharapkan generasi muda di kawasan Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mau membantu pengembangan pariwisata di wilayah ini.

"Kita mencoba membuat Labuhan Bajo menarik, agar anak mudanya jangan keluar dan sama-sama mau membangun," kata Kepala Badan Otoritas Pariwisata Labuhan Bajo Flores Shana Fatina Sukarsono dalam temu media di Labuhan Bajo, NTT, Jumat.

Menurut Shana, untuk menarik minat generasi muda agar mau terlibat dalam pengembangan daerah, maka pemerintah akan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Berbagai upaya penguatan itu antara lain menyatukan kurikulum sekolah formal dengan pendidikan vokasi politeknik yang dapat berguna bagi peningkatan layanan jasa pariwisata.

"Kita juga memberikan skill khusus, seperti skill menyelam, bird watching, ranger dan aktivitas dengan minat khusus," kata Shana.

Ia menyakini kegiatan itu dapat menyediakan lapangan kerja secara langsung dan tidak langsung untuk 19.800 orang, bagi Labuhan Bajo yang saat ini berpenduduk sekitar 62.000 jiwa.

Selain itu, tambah Shana, Badan Otoritas akan membantu peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuhan Bajo dengan melakukan sejumlah pembenahan.

Pembenahan tersebut antara lain dengan melakukan perbaikan dari segi infrastruktur dan mendorong promosi wisata melalui laman informasi destinasi di internet.

Komodo Labuhan Bajo menjadi salah satu dari kawasan destinasi pariwisata super prioritas selain Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah Labuhan Bajo, yang diantaranya mencakup Taman Nasional Komodo, pada 2018 mencapai 163.054 orang.

Jumlah kunjungan ini antara lain mencakup kedatangan 91.870 wisatawan mancanegara dan 71.184 wisatawan nusantara.

Rata-rata total pengeluaran wisatawan selama berlibur di Kabupaten Manggarai Barat, tempat Labuhan Bajo berada, mencapai 977,43 dolar AS.

Kawasan ini juga menyumbang total PDRB sektor pariwisata pada 2017 hingga Rp16,4 miliar dengan rincian Rp14,1 miliar dari penyediaan akomodasi dan makan minum serta Rp2,3 miliar dari jasa lainnya.