Bagaimana Cara Buat NPWP Tapi Belum Bekerja? Ini Caranya!

Bagaimana Cara Buat NPWP Tapi Belum Bekerja? Ini Caranya!
Bagaimana Cara Buat NPWP Tapi Belum Bekerja? Ini Caranya!

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah identitas bagi wajib pajak. Nomor ini berguna sebagai sarana administrasi perpajakan seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dengan NPWP, maka segala aktivitas perpajakan seseorang akan tercatat dengan seksama.

Bagi seorang pekerja atau karyawan di suatu perusahaan, NPWP adalah hal yang sangat penting karena digunakan untuk pencatatan pembayaran dan pelaporan pajak penghasilan. Tapi, bagaimana dengan yang belum memiliki pekerjaan atau penghasilan, apakah juga harus memiliki NPWP? Artikel ini akan membahas mengenai:

  • Cara buat NPWP online

  • Persyaratan buat NPWP pribadi

  • Hal-hal yang membutuhkan NPWP

  • Mengenal NPWP

[ArticleCallout]{ “title”: “<strong>Contoh Surat Pernyataan Bermaterai untuk Jual Beli Properti</strong>”, “excerpt”: “<strong>Simak contoh surat pernyataan bermaterai untuk jual beli properti di sini!</strong>”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/contoh-surat-pernyataan-bermaterai-33198”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel-legacy/1110×624-crop/static/2020/09/Contoh-Surat-Pernyataan-Bermaterai-untuk-Jual-Beli-Properti-1.png” } [/ArticleCallout]

Cara Buat NPWP Online

<em>Cara membuat NPWP online. (Foto: Pixabay – Firmbee)</em>
Cara membuat NPWP online. (Foto: Pixabay – Firmbee)

Orang yang sudah berusia 18 tahun bisa membuat NPWP sebagai persiapan untuk memasuki dunia kerja atau untuk berbagai kegunaan lainnya. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendaftar, yaitu melalui sistem online, atau dengan datang langsung ke kantor pelayanan pajak.

Sebelum melakukan pendaftaran, hal pertama yang harus disiapkan adalah dokumen persyaratannya. Jika merujuk laman resmi kemenkeu.go.id, dokumen syarat pendaftaran NPWP orang pribadi bagi yang belum bekerja sebenarnya hampir sama dengan persyaratan secara umum.

Untuk yang belum bekerja syaratnya hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sedangkan untuk mereka yang memiliki usaha, maka ada tambahan syarat lainnya yaitu dokumen izin kegiatan usaha atau surat keterangan kegiatan usaha dari pejabat daerah (sekurang-kurangnya tingkat Lurah atau Kepala Desa).

Jika dokumen persyaratannya sudah lengkap, maka selanjutnya bisa mendaftar, baik secara online maupun offline. Namun di era sekarang ini, tentunya membuat NPWP secara online akan lebih mudah dan cepat dibandingkan harus datang langsung ke kantor pelayanan pajak.

Membuat NPWP secara online bisa dilakukan melalui laman ereg.pajak.go.id. Di sini, kamu terlebih dahulu harus membuat akun registrasi, sebagai bagian dari proses pendaftaran pembuatan NPWP. Langkah-langkah membuat akun ini tidaklah sulit, tinggal mengikuti alur registrasi yang diarahkan di laman tersebut.

Setelah pembuatan akun selesai, barulah bisa memulai pendaftaran pembuatan NPWP. Adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut:

  1. Masuk kembali ke akun yang telah dibuat dengan menginput email dan pasword akun

  2. Masukkan kode captcha yang ditampilkan, lalu login

  3. Setelah masuk, Anda akan diarahkan untuk mengisi beberapa form, mulai dari Form Kategori, Form Identitas Wajib Pajak, From Sumber Penghasilan dan lainnya. Isilah detail pada setiap form dengan benar sesuai dengan data identitas asli.

  4. Khusus di Form Sumber Penghasilan, karena Anda belum bekerja, bisa mengisi secara bebas, misalnya dengan mencentang kolom ‘Swasta’. Perubahan data di kemudian hari bisa dilakukan melalui layanan kantor pajak.

  5. Jika semua form sudah terisi dengan benar, selanjutnya status pendaftaran Anda akan muncul di dashboard.

  6. Klik ‘Kirim Token’, lalu saling ulang captcha. Token di sini adalah kode verifikasi yang menunjukkan identitas dan status permohonan pendaftaran.

  7. Klik ‘Submit’. Token akan terkirim ke e-mail Anda secara otomatis.

  8. Periksa email, cari e-mail baru dari e-registration yang memuat token Anda. Salin Token tersebut, lalu kembali ke laman pendaftaran NPWP.

  9. Di laman pendaftaran, Klik ‘Kirim Permohonan’

  10. Centang kolom pernyataan, lalu salin ulang Token di kolom ‘isi token’. Kemudian klik ‘Kirim’.

  11. Setelah semua langkah itu dilakukan, maka pendaftaran NPWP Anda sudah selesai.

  12. Tinggal menunggu selama beberapa hari kerja sampai Anda menerima email yang berisikan data NPWP lengkap yang telah diajukan. Sementara kartu fisik NPWP akan dikirimkan ke alamat sesuai domisili yang didaftarkan.

Meskipun jika saat ini belum bekerja, penting untuk membuat NPWP. Dengan memiliki NPWP, nantinya saat Anda ingin mengurus pengajuan kredit bank dan pembuatan paspor akan menjadi jauh lebih mudah. Mau punya rumah yang bisa di kredit atau di KPR? Cek pilihan rumahnya di kawasan Gading Serpong dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

Persyaratan Buat NPWP Pribadi

<em>Persyaratan untuk membuat NPWP pribadi. (Foto: Pixabay – RazorMax)</em>
Persyaratan untuk membuat NPWP pribadi. (Foto: Pixabay – RazorMax)

Sebetulnya, setiap orang yang telah berusia 18 tahun tergolong sebagai wajib pajak. Namun, tidak semua dari mereka kena pajak. Jika seseorang tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan, maka ia tidak wajib membayar pajak. Untuk membuat NPWP, biasanya pemohon akan diminta memenuhi kelengkapan permohonan pendaftaran.

Berikut dokumen yang disyaratkan sebagai kelengkapan permohonan untuk pendaftaran NPWP pribadi:

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas berupa:

    1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi Warga Negara Indonesia; atau

    2. Fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi Warga Negara Asing

  1. Untuk wajib pajak pribadi, yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas berupa:

    1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Warga Negara Indonesia, atau fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi Warga Negara Asing, dan fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha, atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa atau lembar tagihan listrik dari Perusahaan Listrik atau bukti pembayaran listrik, atau

    2. Fotokopi e-KTP bagi Warga Negara Indonesia dan surat pernyataan di atas materai dari wajib pajak orang pribadi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas

  1. Dalam hal wajib pajak orang pribadi adalah wanita kawin yang dikenai pajak secara terpisah karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, dan wanita kawin yang memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah, permohonan juga harus dilampiri dengan:

    1. Fotokopi Kartu NPWP suami

    2. Fotokopi Kartu Keluarga

    3. Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami

[PropertyTip]<strong>NPWP dapat digunakan untuk berbgaai hal, salah satunya untuk mengajukan KPR pembelian rumah.</strong>[/PropertyTip]

Hal-hal yang Membutuhkan NPWP

<em>Hal-hal yang membutuhkan NPWP. (Foto: Pexels – Nappy)</em>
Hal-hal yang membutuhkan NPWP. (Foto: Pexels – Nappy)

Saat ini, NPWP telah menjadi kebutuhan dan pra syarat umum dalam banyak aktivitas. Misalnya untuk melamar pekerjaan, banyak perusahaan yang mewajibkan calon karyawan telah memiliki NPWP.

Selain itu, NPWP juga diperlukan untuk berbagai urusan lainnya, termasuk jika seseorang ingin menjalankan suatu usaha sendiri, di mana NPWP menjadi dokumen syarat pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Nah, karena itulah, bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan pun ada baiknya juga memiliki NPWP. Direktorat Jenderal Pajak Indonesia memfasilitasi hal ini, di mana setiap orang yang telah berusia 18 tahun, bisa membuat NPWP.

NPWP diberikan kepada wajib pajak, artinya orang yang memenuhi persyaratan subjektif maupun objektif sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan perpajakan. Persyaratan subjektif maksudnya yaitu seseorang itu harus sudah berusia 18 tahun. Sementara persyaratan objektifnya yaitu memiliki penghasilan kena pajak.

Merujuk Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, penghasilan kena pajak yaitu yang nilainya diatas Rp54 juta per tahun. Sementara jika kurang dari itu, maka termasuk ke dalam kategori penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Berikut hal-hal yang membutuhkan NPWP:

Melamar Pekerjaan

Saat dalam proses merekrut tenaga kerja/ karyawan baru, umumnya perusahaan-perusahaan meminta NPWP sebagai salah satu dokumen persyaratannya. Hal ini dapat dimaklumi karena melalui NPWP itulah nanti perusahaan akan melakukan pencatatan dan pelaporan pajak karyawan.

Mengajukan Kredit

Salah satu fungsi NPWP yaitu untuk mengajukan kredit ke bank. Ketika seseorang tidak memiliki NPWP, ia tidak bisa mengajukan permohonan kredit karena biasanya pihak bank mensyaratkan banyak dokumen, termasuk salah satunya yaitu NPWP.

Pembuatan Paspor

Kegunaan NPWP selanjutnya yaitu sebagai syarat dalam pengajuan pembuatan paspor. Seseorang yang ingin memiliki paspor, diharuskan sudah memiliki NPWP.

Pengajuan Izin Usaha

Banyak anak-anak muda yang setelah lulus kuliah, mencoba peruntungan dengan membuka usaha sendiri. Nah, ketika orientasinya seperti ini, maka NPWP juga menjadi dokumen yang krusial. Saat membangun usaha, Anda membutuhkan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) sebagai dasar legalitas. Dan untuk membuat SIUP, NPWP menjadi salah satu dokumen persyaratannya.

Pembayaran dan Pelaporan Pajak

Di samping semua fungsi di atas, fungsi utama NPWP tentunya untuk memudahkan administrasi perpajakan wajib pajak pribadi. Tidak saja begi mereka yang bekerja di perusahaan, namun juga bagi mereka yang bekerja secara mandiri atau lepas, seperti musisi, pelukis hingga penulis buku yang mendapatkan penghasilan dari royalti bukunya.

Mengenal NPWP

<em>Mengenal apa itu NPWP dan kategorinya. (Foto: Ortax.org)</em>
Mengenal apa itu NPWP dan kategorinya. (Foto: Ortax.org)

Pendaftaran wajib pajak pribadi terbagi ke dalam beberapa kategori. NPWP memiliki empat kategori pendaftaran NPWP pribadi. Termasuk di dalamnya adalah kategori bagi yang hendak membuat NPWP untuk melamar pekerjaan:

  1. Wajib Pajak orang pribadi baik yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, maupun yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Misalnya: karyawan/ pegawai, pengusaha, pekerja lepas, pedagang dan sebagainya.

  2. Wajib Pajak orang pribadi yang belum memenuhi persyaratan subjektif atau objektif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan namun berkeinginan mendaftarkan dirinya untuk memperoleh NPWP. Misalnya: pelamar kerja yang belum memiliki penghasilan, mahasiswa yang belum memiliki penghasilan, dan sejenisnya.

  3. Apabila sudah memiliki NPWP pribadi, lalu mendapatkan penghasilan berasal dari usaha dan/atau pekerjaan bebas pada 1 (satu) atau lebih tempat kegiatan usaha yang berbeda dengan tempat tinggal Wajib Pajak.

  4. Warisan Belum Terbagi. Kaitannya dalam hal Wajib Pajak orang orang pribadi yang meninggalkan warisan belum memiliki NPWP dan dari warisan tersebut diterima atau diperoleh penghasilan.

Tonton video berikut untuk mempelajari nilai jual kena pajak!


Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel