Bagaimana Cara Menghadapi Kenangan Buruk? Ini Jawaban Seorang Terapis

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menghilangkan kenangan buruk tampaknya hal yang mustahil untuk dilakukan. Kenangan buruk akan terus muncul dan kembali menyapa. Bahkan ketika kita sedang baik-baik saja, kenangan buruk yang sebenarnya tak ingin diingat lagi bisa tiba-tiba muncul di kepala. Kalau sudah begini, harus bagaimana?

Melansir laman verywellmind.com, ahli psikoterapi sekaligus penulis buku 13 Things Mentally Strong People Don't Do, Amy Morin LCSW memiliki jawaban soal hal ini. Dia juga memaparkan bahwa otak kita merespons dengan cara berbeda terhadap pengalaman-pengalaman yang sangat emosional. Amigdala meningkatkan kesadaran sensori saat kita menghadapi pengalaman yang sangat emosional yang dapat meninggalkan kode memoeri dengan lebih efektif. Ketika kenangan buruk tiba-tiba kembali hadir di ingatan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Kenali Pemicunya

Kenapa harus mengenali pemicunya? Karena dengan mengenali pemicunya, kita bisa memutuskan dan memilih cara untuk meresponsnya. Bahkan kita bisa lebih mudah mengurangi risiko teringat akan kenangan buruk dengan menghindari pemicunya. Terkadang kita kembali teringat kenangan buruk karena kita terkena pemicunya. Seperti teringat mantan karena melihat sosok dengan perawakan yang mirip dengannya. Dengan begitu, ketika kenangan buruk itu muncul, kita bisa menyadarkan diri bahwa yang sebenarnya terjadi adalah karena kita sedang terkena pemicunya.

Asosiasikan Pemicu Itu dengan Kenangan Indah

Setelah mengenali pemicunya, kita bisa mencoba untuk mengasosiasikannya dengan kenangan indah. Ada perubahan asosiasi yang bisa kita buat dan ciptakan di sini. Misal, ketika melihat sosok yang mirip mantan, cukup alihkan perhatian dengan perasaan bahagia yang dulu pernah hadir dalam hidupmu. Tak perlu terlalu fokus pada perpisahan yang masih membekas dan meninggalkan luka.

Menuliskan Fakta-Fakta di Jurnal

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Makistock
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Makistock

Menuliskan pengalaman di jurnal bisa membantumu melihat segala sesuatunya dengan lebih objektif lagi. Paparkan fakta-fakta atas pengalaman yang ada. Dengan cara ini otak kita akan terbantu untuk mengatur dan memilih ingatan ini dan dapat membantumu tidak terlalu kesal saat ingatan itu muncul kembali.

Berbicara dengan Terapis

Berbicara dengan ahli terapi kesehatan mental berlisensi juga sangat dianjurkan bila kita mulai merasa sangat terganggu dengan kenangan buruk yang terus muncul. Apalagi kalau ada trauma berat, maka bantuan ahli terapi profesional akan sangat dibutuhkan.

Kenangan buruk memang akan jadi bagian dari hidup kita. Namun, bukan berarti hidup kita akan terus dibayangi oleh kenangan buruk itu. Selalu ada cara untuk bisa menemukan harapan baru dan menjalani hidup yang lebih baik ke depannya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel