Bagaimana ikan menggaruk saat gatal? ternyata jawabannya ada di hiu

Bayangkan jika kamu merupakan seekor tuna sirip kuning besar yang berenang bebas di lautan bermil-mil dari pantai, dan kamu mulai merasa gatal di area dekat mata. Mungkin itu hanya luka yang akan sembuh, atau ada krustasea kecil yang sedang menggigit kulit.

Apa yang akan kamu lakukan? Kamu tidak punya tangan untuk mengusir krustasea tersebut. Di dekatmu juga tidak ada ikan yang lebih bersih untuk mencabutnya dengan hati-hati seperti yang biasa dilakukan di terumbu karang.

Ketika mempelajari lebih dari ribuan jam video yang menunjukkan kehidupan hewan-hewan di laut terbuka, kami menemukan cara tuna dan ikan lain memecahkan masalah ini. Jawabannya mungkin akan mengejutkan kamu: hiu.

Ikan besar memilih untuk bergesekan dengan hiu

Dalam penelitian kami yang baru diterbitkan, kami menemukan bahwa ikan-ikan yang hidup di laut terbuka, seperti tuna, menggunakan hiu untuk menggaruk rasa gatalnya.

Menggaruk dapat membantu ikan untuk menghilangkan parasit, kulit mati, dan iritasi lainnya. Ikan-ikan ini adalah inang bagi beragam parasit. Sayangnya, lingkungan mereka hanya menawarkan sedikit pilihan bagi mereka untuk menghilangkan parasit-parasit tersebut.

Penelitian kami mencatat interaksi gesekan di antara beberapa spesies ikan dan hiu di lautan Pasifik, India, dan Atlantik. Kami menemukan bahwa ikan lebih suka menggoreskan diri mereka pada hiu daripada ikan lain. Ukuran juga berpengaruh. Ikan yang lebih kecil cenderung tidak menggaruk menggunakan hiu yang lebih besar, mungkin karena adanya risiko bahwa mereka dapat dimakan.

Kulit hiu terdiri dari struktur yang berbentuk seperti gigi kecil. Ini disebut dengan dermal denticle. Jika disentuh, rasanya seperti amplas (dan di masa pra-industri digunakan untuk tujuan itu). Karena ini, permukaan kulit hiu ini sangat cocok jika digunakan untuk menggaruk.