Bagaimana kemungkinan epidemi cacar monyet terjadi – dalam empat grafik

Kasus cacar monyet pertama pada manusia dilaporkan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak itu, ada banyak wabah cacar monyet, tapi penyebaran mereka terbatas, dengan rantai penularan manusia berakhir tanpa menyebabkan epidemi.

Namun, wabah saat ini berbeda. Ada lebih banyak penularan dari manusia ke manusia, dan itu terjadi di wilayah geografis yang jauh lebih luas.

Hanya dalam beberapa minggu, cacar monyet telah menyebar ke 80 negara non-endemik per 4 Agustus, dengan lebih dari 25.000 kasus.

Jadi, apa yang mungkin terjadi pada cacar monyet dalam beberapa minggu dan bulan berikutnya?

Ada kesenjangan besar dalam apa yang kita ketahui tentang cacar monyet. Namun, kombinasi dari berbagai hal yang kita ketahui terkait riwayat penyakit menular lainnya memungkinkan kita untuk menganalisis kemungkinan skenario masa depan.

Empat skenario di bawah ini didasarkan pada pengetahuan berikut: jumlah rata-rata orang yang mungkin terinfeksi oleh orang yang terinfeksi (dengan asumsi mereka belum pernah divaksinasi atau pernah menderita penyakit sebelumnya) adalah 2,13. Ini disebut angka reproduksi dasar, atau R. Herd immunity – titik saat cukup orang memiliki kekebalan sehingga penularan penyakit tidak dapat dipertahankan – adalah 53% sesuai dengan nilai R ini. Dan masa inkubasi, waktu dari tertular virus hingga munculnya gejala, adalah antara lima dan 21 hari.

Skenario 1: Wabah yang membatasi diri

Epidemi 2022 tampaknya telah dimulai sebagai peristiwa penyebaran sangat cepat dan luas yang melibatkan suatu jaringan yang didominasi oleh laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Tapi, sebelum wabah kali ini terjadi, penyakit ini diasumsikan memiliki penularan virus dari manusia ke manusia yang relatif rendah dan membuatnya tidak mungkin menyebar di luar komunitas awal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel