Bagaimana Modus Baru Imigran Gelap di Selatan Jawa?

TEMPO.CO , Garut: Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menangkap 35 imigran gelap asal Irak, Kamis dini hari, 15 November 2012. Mereka mencoba menyeberang ke Australia dengan modus yang berbeda dengan sebelumnya.

Biasanya imigran gelap datang ke Pantai Selatan dari Jakarta dengan menyewa bus pariwisata. Namun kali ini, mereka datang dengan berpura-pura sebagai wisatawan. Kedatangan mereka juga tidak bergerombol secara serempak, melainkan terpisah-pisah.

Dari Jakarta para pencari suaka ini menuju ke daerah Pameungpeuk dengan menggunakan angkutan umum. Setelah tiba, mereka menginap di rumah warga, ada yang di Kecamatan Pameungpeuk, Cikelat dan Kecamatan Cibalong. "Setelah menguasai wilayah, baru mereka melobi para nelayan untuk bisa menyebrang ke Australia," ujar Kepala Satuan Polisi Air Polres Garut, Ajun Komisaris Asep Suherli, Kamis, 15 November 2012.

Meski telah dijanjikan imbalan, sayang bujuk rayu para imigran ini tidak disanggupi. Malah para nelayan setempat melaporkannya ke aparat kepolisian setempat.

Menurut Asep, selain dari Garut, para imigran yang mencari suaka ke Australia ini juga menyeberang dari wilayah Cidaun, Kabupaten Cianjur. Pada dini hari tadi, sebanyak 150 orang imigran gelap berhasil lolos menyeberang ke Australia melalui Pantai Jayanti. Rencananya para imigran ini bertemu di kapal besar yang telah menunggunya di tengah laut. Namun, rencana itu gagal karena imigran yang menyeberang dari Garut berhasil ditangkap.

Penangkapan imigran gelap ini bukan kali pertama. Pada September lalu polisi menangkap 38 imigran asal negara Timur Tengah. Maret lalu, polisi juga menangkap 67 orang imigran gelap asal Palestina di kawasan Pantai Selatan tepatnya di Kampung Cipanglembuan, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong.

"Kawasan selatan ini sangat rawan dan sering dijadikan penyeberangan ilegal oleh para imigran yang ingin ke Australia," ujar Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Garut, Lukman Nurhakim.

Menurut dia, kedatangan para imigran ke pantai selatan ini biasanya dibawa oleh pemandu wisata, bahkan ada juga yang dikawal oleh oknum aparat keamanan dari Jakarta. Mereka biasanya dibawa oleh perahu nelayan untuk dinaikkan ke kapal pesiar atau cargo di tengah laut. Perjalanan dilanjutkan menuju pulau Christmas.

SIGIT ZULMUNIR

Berita lain:

Ola Sesumbar Hanya Jalani Vonis 15 Tahun

Ical Bakrie Bakal Dipasangkan dengan Soekarwo 

Tiga Alasan Deddy Mizwar Mau Jadi Cawagub

SBY Akan Beri Penjelasan Soal BP Migas 

Di SD, Tak Ada lagi Pelajaran IPA-IPS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.