i-Bagendit Garut, Penawar Dahaga Literasi di Tengah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Garut - Pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak individu bukan alasan untuk tidak membaca. Pemda Garut mengingatkan warga untuk kembali menggunakan aplikasi i-Bagendit alias Bacaan Generasi Digital, sebuah aplikasi yang memungkinkan tiap warga Garut mengakses bahan bacaan tanpa tatap muka.

Keberadaan Aplikasi e-book alias buku elektronik yang sudah dua tahun tayang itu, bisa digunakan warga dari rumah secara online, tanpa harus melakukan tatap muka lansgung ke kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut (Perspusda).

Awalnya perpusda sempat dibuka selama dua bulan, namun setelah kecamatan Tarogong Kidul kembali memerah akibat pandemi Covid-19, akhirnya gedung publik itu kembali ditutup sementara waktu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Lisnawati mengatakan, kehadiran i-Bagendit, merupakan solusi bagi masyarakat dalam upaya berkontribusi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, keberadaannya yang dinilai praktis tanpa melibatkan tatap muka, diharapkan mampu menjadi solusi bagi warga, untuk tetap mendapatkan tambahan pengetahuan.

"Silahkan optimalkan seluruh fasilitas yang diberikan perpustakaan melalui i-Bagendit," ujarnya.

Aplikasi i-Bagendit ini bisa diunduh di Playstore secara gratis. Ada sekitar 300 ribu judul buku elektronik dari berbagai buku yang tersedia dan bisa diakses langsung dengan aplikasi ini.

Bagi warga yang berminat gabung, cukup mendaftar member di aplikasi i-Bagendit. Siapkan nomor ponsel dan email aktif untuk bisa mengakses aplikasi ini.

Dengan segudang kemudahannya, Lisnawati berharap kehadiran aplikasi online tersebut mampu mengobati dahaga masyarakat akan literasi, sambil menunggu dibukanya kembali Pespusda.

"Semoga bisa mengobati kerinduan masyarakat untuk membaca buku dan mencari ilmu, tetapi bisa dilakukan dari rumah," ujarnya.

Data terbaru tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Garut mencatat, total kasus Covid-19 di Garut mencapai 11.942 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 744 kasus diantaranya merupakan postif. Rinciannya, sebanyak 206 Kasus isolasi RS/perawatan, 523 Kasus sembuh dan 15 Kasus meninggal.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini: