Baghdad Kembali Diguncang Bom Bunuh Diri

Ezra Sihite, DW Indonesia
·Bacaan 2 menit

Serangan bom bunuh diri di Bab al-Sharqi merupakan aksi teror pertama yang menimpa kawasan komersil Baghdad itu sejak tiga tahun terakhir. Sebanyak 28 orang dikabarkan tewas. Sementara setidaknya 73 orang mengalami luka-luka. Otoritas kesehatan meyakini jumlah korban akan bertambah.

Darah membasuhi jalan di antara deretan baju dan pakaian korban yang berceceran. Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab. Tapi militer Irak mencurigai Islamic State bertanggungjawab.

Tahsin al-Khafaji, juru bicara komando operasi gabungan, mengatakan pelaku pertama sempat berteriak sakit di tengah keramaian. Teriakannya mengundang orang datang berkumpul, dia lalu meledakkan diri. Sementara pelaku kedua memicu detonasi tidak lama berselang.

"Ini adalah aksi terorisme yang dilakukan oleh sel tidur Islamic State,” kata al-Khafaji. Menurutnya IS "ingin membuktikan mereka masih hidup,” setelah mengalami kekalahan telak dalam beberapa tahun terakhir.

Ledakan serupa terakhir kali terjadi pada 2018 lalu, sesaat setelah Perdana Menteri Haidar al-Abadi mendeklarasikan kemenangan atas Islamic State. Sejak beberapa bulan terakhir, kelompok teror tersebut menggiatkan serangan di Irak.

Hantu jelang pemilu

Sebelumnya milisi-milisi di Irak gencar menyerang pasukan Amerika serikat di Irak. Terutama gedung Kedutaan Besar di Baghdad berulangkali menjadi sasaran serangan roket atau mortar. Namun intensitas serangan berkurang sejak Irak menyepakati gencatan senjata dengan kelompok bentukan Iran tersebut.

Serangan di Bab al-Sharqi pada Kamis (21/1) ditengarai serupa dengan modus yang biasa digunakan Islamic State. Padahal kelompok ini dinilai tidak mampu menerobos pengamanan ibu kota sejak takluk oleh militer Irak pada 2017 silam.

Saat ini IS lebih sering bercokol di wilayah utara. Pasukan pemerintah mengaku berulangkali menjadi korban serangan atau ranjau darat IS di Kirkuk dan Diyala, sekitar 300km di utara Baghdad. Sejak pertengahan tahun lalu, militer mencatat peningkatan serangan IS ketika pemerintah sibuk memerangi wabah corona.

Ledakan ganda di Baghdad ikut menghantui persiapan pemilihan umum Oktober mendatang. Pemerintahan PM Mustafa al-Kadhimi digoyang aksi demonstrasi massal menentang korupsi dan buruknya layanan publik selama berbulan-bulan. Sejauh ini sudah sebanyak 500 orang dikabarkan meninggal dunia akibat bentrokan dengan pasukan anti huru-hara.

rzn/vlz (rtr,ap)